MARKET NEWS

IHSG ke 6.400, Pasar Menanti Nominasi Gubernur BI, Pidato Prabowo, hingga Review MSCI

TIM RISET IDX CHANNEL 10/08/2026 10:11 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada awal perdagangan Senin (10/8/2026).

IHSG ke 6.400, Pasar Menanti Nominasi Gubernur BI, Pidato Prabowo, hingga Review MSCI. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada awal perdagangan Senin (10/8/2026).

Investor mencermati sejumlah katalis penting yang akan mewarnai pergerakan pasar pekan ini, mulai dari nominasi Gubernur Bank Indonesia (BI), review indeks MSCI Agustus, hingga pidato anggaran Presiden Prabowo Subianto.

Pada pukul 09.53 WIB, IHSG meningkat 0,77 persen ke level 6.459. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif setelah IHSG naik 2,78 persen secara mingguan pada perdagangan Jumat (7/8) pekan lalu, sekaligus mencatat penguatan selama empat pekan beruntun.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, nominasi Gubernur BI menjadi penggerak sentimen domestik terbesar karena akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter dan pergerakan rupiah.

Hingga kini, belum ada nama final yang disampaikan kepada DPR sehingga proses suksesi tersebut masih menjadi risiko domestik utama.

Di saat yang sama, pasar akan menghadapi review MSCI Agustus. Hasil review dijadwalkan keluar sekitar pukul 04.00 WIB pada 13 Agustus, dengan perubahan efektif mulai 1 September 2026.

Keputusan tersebut berpotensi memengaruhi saham-saham Indonesia yang masuk dalam cakupan indeks serta arus dana asing.

Katalis domestik berikutnya datang dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo di MPR/DPR pada 14 Agustus sekaligus penyampaian anggaran fiskal 2027.

BRI Danareksa Sekuritas menilai target defisit dan rencana penerbitan surat berharga negara (SBN) akan menjadi angka penting bagi arah kurva imbal hasil obligasi pemerintah.

Dari sisi global, investor akan mencermati data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) pada 12 Agustus dan inflasi produsen (PPI) pada 13 Agustus.

Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat kembali meningkatkan risiko kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September.

Selain itu, pasar juga akan mencermati persetujuan RKAB dan laporan keuangan kuartal II 2026 PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Sementara itu, notulen rapat The Fed pada 19 Agustus, simposium Jackson Hole pada 27-29 Agustus, serta pertemuan FOMC pada 15-16 September menjadi agenda lanjutan yang perlu diperhatikan investor.

Penguatan IHSG pada pekan lalu dinilai memiliki kualitas yang lebih baik karena turut disertai penguatan rupiah.

Rupiah menguat 0,61 persen secara mingguan ke Rp17.890 per USD, meski pembalikan arus dana asing di pasar saham masih terbatas.

Secara year to date (YTD), investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp71,29 triliun di pasar ekuitas.

Dari sisi makroekonomi domestik, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II 2026, melampaui konsensus 5,1 persen.

Namun, BRI Danareksa Sekuritas menilai pertumbuhan tersebut masih banyak ditopang kebijakan dan belum menunjukkan pemulihan permintaan swasta secara organik.

Sementara itu, inflasi Juli 2026 melandai menjadi 2,88 persen yoy dengan deflasi 0,14 persen secara bulanan. PMI manufaktur juga kembali masuk zona ekspansi di level 50,2.

Dari eksternal, data payroll AS yang lebih lemah mendorong penurunan yield US Treasury dan mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September. Kondisi tersebut turut menopang aset pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Dengan berbagai katalis tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan target IHSG akhir 2026 di level 7.200, yang mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 12,3 persen dari posisi penutupan Jumat (7/8). (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE