MARKET NEWS

IHSG Lesu di Awal Pekan, Investor Menanti Sejumlah Katalis

TIM RISET IDX CHANNEL 29/06/2026 11:05 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada Senin (29/6/2026) siang, melanjutkan tren koreksi pekan lalu.

IHSG Lesu di Awal Pekan, Investor Menanti Sejumlah Katalis. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada Senin (29/6/2026) siang, melanjutkan tren koreksi pekan lalu seiring investor masih mencermati sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.58 WIB, IHSG turun 0,65 persen ke level 5.857. Nilai transaksi mencapai Rp3,27 triliun dan volume perdagangan 5,18 miliar saham.

Sebanyak 380 saham melemah, 262 saham turun, dan 317 sisanya stagnan.

Dalam sepekan, indeks acuan tergelincir 5,17 persen dan dalam sebulan terdepresiasi 4,46 persen.

Saham bank besar dan konglomerat kenamaan menjadi pemberat utama IHSG hari ini.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut sejumlah katalis utama akan menjadi perhatian investor pada pekan ini, mulai dari evaluasi peringkat utang Indonesia oleh S&P Global Ratings hingga perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

BRI Danareksa mengatakan, pada Senin (29/6/2026), pasar masih menantikan hasil review peringkat dan prospek (outlook) sovereign Indonesia oleh S&P yang diperkirakan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli. Investor akan mencermati sinyal terkait konsolidasi fiskal pemerintah.

Dari sisi domestik, data inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei akan menjadi indikator awal mengenai kekuatan permintaan dalam negeri serta kondisi eksternal Indonesia menjelang semester II-2026.

Sementara itu, perkembangan situasi Timur Tengah masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga minyak. Pasar akan melihat keberlanjutan proses de-eskalasi serta potensi gangguan terhadap pasokan energi global.

Selain itu, investor juga akan memantau perkembangan implementasi kebijakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menjelang MSCI November Review.

Progres tersebut dinilai penting bagi sentimen pasar terhadap akses dan partisipasi investor global di pasar saham Indonesia. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE