MARKET NEWS

IHSG Melemah Lebih dari 1 Persen, Catat Penurunan 5 Hari Beruntun

TIM RISET IDX CHANNEL 24/04/2026 09:58 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah signifikan pada Jumat (24/4/2026), memperpanjang tren koreksi menjadi lima hari berturut-turut.

IHSG Melemah Lebih dari 1 Persen, Catat Penurunan 5 Hari Beruntun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah signifikan pada Jumat (24/4/2026), memperpanjang tren koreksi menjadi lima hari berturut-turut di tengah tekanan jual saham big cap, baik konglomerasi maupun bank besar.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.51 WIB, IHSG merosot 1,41 persen ke level 7.274,61. Nilai transaksi mencapai Rp6,57 triliun dan volume perdagangan 15,02 miliar saham.

Sebanyak 548 saham turun, hanya 128 saham naik, dan 283 sisanya stagnan.

Dengan ini, IHSG telah terkoreksi 4,51 persen sepanjang pekan ini.

Pelemahan nilai tukar rupiah hingga ke level terendah sepanjang masa di Rp17.320 per USD pada Kamis (23/4) hingga ketidakpastian gencatan senjata di Timur Tengah serta mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membayangi pergerakan pasar saham domestik.

Asing Terus Lego Saham

IHSG sepanjang pekan ini masih dibayangi aksi jual investor asing. Tercatat, net foreign sell di pasar reguler mencapai Rp1,89 triliun, yang menahan ruang penguatan indeks.

Menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (24/4), tekanan utama berasal dari saham perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Pelemahan pada saham-saham tersebut menjadi faktor dominan yang membatasi laju IHSG.

Meski demikian, investor asing tidak sepenuhnya keluar dari pasar.

Mereka masih melakukan akumulasi secara selektif, terutama pada saham-saham berbasis komoditas seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Pergerakan ini mencerminkan rotasi dana ke sektor yang dinilai memiliki prospek lebih menarik, khususnya di tengah dinamika harga komoditas global.

Di sisi lain, partisipasi investor asing tercatat berada di kisaran 32 persen dari total nilai transaksi. Sementara itu, investor domestik tetap menjadi penopang utama pergerakan pasar saham Indonesia dalam sepekan terakhir. (Aldo Fernando)

SHARE