IHSG Menguat 0,18 persen Pekan Ini, Berikut Daftar Saham Top Gainer
ejumlah saham berhasil mencatatkan kenaikan selama sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 4-8 Mei 2026.
IDXChannel - Sejumlah saham berhasil mencatatkan kenaikan selama sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 4-8 Mei 2026, seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,18 persen ke level 6.969,396.
Adapun saham yang tercatat mengalami penguatan paling tajam pada perdagangan pekan ini antara lain, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menguat 58,24 persen dari 4.710 posisi pekan lalu, menjadi 7.500 pada penutupan pekan ini.
Posisi berikutnya diikut oleh PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang menguat 57,24 persen dari posisi pekan sebelumnya 290 menjadi 456 pada penutupan pekan ini. Disusul PT Hetzer Medical Indonesia (MEDS) menguat 51,95 persen dari harga 77 menjadi 117 pada pekan ini.
PT Equity Development Investment (GMSF) juga mengalami penguatan sebesar 41 persen dari posisi sebelumnya di level 100 menjadi 141 pada penutupan pekan ini. PT Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) menguat 39,15 persen, dari harga 2.580 pada pekan lalu menjadi 3.590 pada pekan ini.
Emiten lain yang juga tercatat mengalami penguatan seperti NIKL menguat 32,23 persen ke level 400, CTTH menguat 32,89 persen ke level 202, KAEF menguat 32,85 persen ke level 653, dan IRRA menguat 32,12 persen ke level 510.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di BEI sepanjang pekan menunjukkan peningkatan. Rata-rata nilai transaksi harian naik 26,14 persen menjadi Rp23,05 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 23,57 persen menjadi 45,85 miliar saham.
Total volume perdagangan saham selama sepekan tercatat mencapai 229,29 miliar saham dengan nilai transaksi Rp115,27 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 12,73 juta kali transaksi.
Dari sisi pergerakan saham, BEI mencatat sebanyak 197 saham naik lebih dari 2 persen, sedangkan 112 saham menguat di kisaran 0–2 persen. Sementara itu, 341 saham terkoreksi lebih dari 2 persen dan 141 saham melemah di rentang 0–2 persen. (Wahyu Dwi Anggoro)