IHSG Naik 1 Persen dan Tembus 6.400, Ditopang Saham Konglomerat dan Bank Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026) pagi dan kembali menembus level psikologis 6.400.
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026) pagi dan kembali menembus level psikologis 6.400, yang terakhir disentuh pada akhir Mei lalu.
Penguatan indeks kali ini terutama ditopang oleh reli saham-saham konglomerasi berkapitalisasi jumbo serta saham perbankan besar, yang menjadi motor utama kenaikan IHSG.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.58 WIB, IHSG naik 1,16 persen ke level 6.407,75. Nilai transaksi mencapai Rp5,69 triliun dan volume perdagangan 16,56 miliar saham.
Sebanyak 429 saham naik, 180 turun, dan 356 sisanya stagnan.
Dalam sepekan terakhir, IHSG telah menguat 6,12 persen, sedangkan secara bulanan mencatat kenaikan 4,83 persen. Tren tersebut menunjukkan pemulihan yang semakin solid setelah indeks sempat tertekan pada paruh pertama tahun ini.
Sepanjang Juli 2026, IHSG juga hanya ditutup di zona merah dalam dua sesi perdagangan.
Kinerja tersebut mempertegas pola musiman (seasonality) yang cenderung positif pada Juli.
Pagi ini, sejumlah saham konglomerasi mencatatkan kenaikan signifikan.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 2,63 persen ke Rp2.340 per unit dengan kapitalisasi pasar Rp202,44 triliun.
Kemudian, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), naik 2,46 persen menjadi Rp1.875 per unit, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 2,43 persen ke Rp3.800 per unit. Ketiga saham tersebut merupakan bagian dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu.
Dari kelompok Salim-Agung Sedayu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) naik 2,33 persen ke Rp6.600 per unit dengan kapitalisasi pasar Rp120,05 triliun.
Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 2,17 persen menjadi Rp4.240 per unit.
Saham konglomerasi lain yang turut menopang indeks adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Grup Sinarmas yang naik 1,66 persen ke Rp920 per unit.
Selain saham konglomerasi, penguatan IHSG juga didukung oleh saham-saham bank berkapitalisasi besar.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,32 persen ke Rp3.060 per unit, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 0,90 persen ke Rp4.460 per unit.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, pasar pada hari ini akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang kembali memanas setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menutup peluang negosiasi dengan Iran dan mengancam aksi militer lebih lanjut.
Sentimen tersebut mendorong harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 4 persen ke sekitar USD95 per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global.
Dari dalam negeri, investor juga menantikan rilis data M2 Money Supply sebagai indikator kondisi likuiditas perekonomian.
Secara teknikal, BRI Danareksa memperkirakan IHSG bergerak terbatas dengan level support di 6.200 dan resistance di 6.400.
Selama indeks mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang konsolidasi dengan kecenderungan positif masih terbuka, meski volatilitas diperkirakan meningkat seiring perkembangan sentimen global. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.