MARKET NEWS

IHSG Naik Lebih dari 2 Persen, Bank Besar hingga TLKM Jadi Penggerak Utama

TIM RISET IDX CHANNEL 05/11/2026 09:38 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), dengan kenaikan mencapai 2,73 persen.

IHSG Naik Lebih dari 2 Persen, Bank Besar hingga TLKM Jadi Penggerak Utama. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), dengan kenaikan mencapai 2,73 persen atau 134,22 poin ke level 5.053,99 hingga pukul 09.28 WIB.

Penguatan indeks terutama ditopang saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, telekomunikasi, hingga emiten tambang.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 542 saham menguat, 131 saham melemah, dan 290 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp2,63 triliun.

Dari sisi kontribusi terhadap indeks, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar dengan sumbangan 18,16 poin.

Disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 14,24 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 13,75 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 11,63 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 6,93 poin.

Selain AMMN, sejumlah saham konglomerasi big cap yang terkait dengan sektor tambang emas dan tembaga juga turut menopang IHSG.

Di antaranya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kontribusi 6,93 poin, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 5,72 poin, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 4,59 poin.

Menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas, dari dalam negeri, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mencapai 5,4-5,5 persen.

Meski demikian, pasar masih perlu mencermati isu penyadapan yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Polri karena berpotensi menambah ketidakpastian politik dan memengaruhi persepsi risiko investasi.

Dari eksternal, hasil Pemilu Sela Amerika Serikat (AS), yang mana Partai Demokrat menang atas Partai Republik alias blue wave di kongres, menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sementara itu, data lowongan pekerjaan AS (JOLTS) periode September tercatat meningkat menjadi 7,523 juta, melampaui ekspektasi pasar sebesar 7,10 juta.

Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan pergerakan dolar AS.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG mulai menunjukkan indikasi technical rebound setelah menyentuh area support Fibonacci di level 4.830-4.761.

Namun, indeks masih bergerak jauh di bawah MA20 yang berada di level 5.420. Indikator MACD juga masih berada di zona negatif, dengan garis MACD di level -297, lebih rendah dibandingkan signal line di -271.

Kondisi tersebut mengindikasikan tren bearish masih dominan meskipun tekanan jual mulai mereda.

Menurut analisis BRI Danareksa, IHSG berpeluang menguji area resistance 4.962-5.000.

Apabila belum mampu menembus area tersebut, risiko pelemahan kembali menuju support 4.830-4.761 masih perlu diwaspadai. Sementara, resistance berikutnya berada di level 5.137. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE