MARKET NEWS

IHSG Rebound 2 Persen, Saham Konglomerat Melesat Bersama Bank Besar

TIM RISET IDX CHANNEL 01/04/2026 10:29 WIB

Saham-saham konglomerat dan bank besar kompak menguat saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound tajam sekitar 2 persen pada Rabu (1/4/2026) pagi.

IHSG Rebound 2 Persen, Saham Konglomerat Melesat Bersama Bank Besar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Saham-saham konglomerat dan bank besar kompak menguat saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound tajam sekitar 2 persen pada Rabu (1/4/2026) pagi, seiring meningkatnya selera risiko global setelah muncul harapan meredanya konflik Timur Tengah dalam jangka pendek.

Penguatan dipimpin saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 8,06 persen ke Rp1.475 per unit, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 7,55 persen ke Rp1.140, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 5,59 persen ke Rp850, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 3,81 persen ke Rp5.450.

Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga bergerak positif mengikuti sentimen grup.

Dari kelompok Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 4,79 persen ke Rp765, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkerek 4,63 persen, hingga PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang ikut mendapat dorongan sentimen risk-on.

Saham konglomerat lain seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Sinarmas naik 3,64 persen ke Rp68.400, emiten properti Agung Sedayu-Grup Salim PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menguat 3,65 persen ke Rp7.800, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) milik Salim naik 2,13 persen ke Rp5.025 juga turut menopang penguatan IHSG.

Saham bank besar menjadi penopang utama indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,71 persen ke Rp6.625, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga bergerak positif.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, rebound pasar dipicu meningkatnya harapan meredanya konflik geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang dengan Iran berpotensi berakhir dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Trump juga menegaskan AS dapat menarik pasukan kapan saja, yang menurutnya akan langsung melemahkan Iran.

BRI Danareksa menilai pernyataan tersebut muncul di tengah lonjakan harga energi global, terutama minyak, sejak konflik Timur Tengah memanas pada akhir Februari.

Dari sisi Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dilaporkan menolak gencatan senjata sementara dan menuntut pengakhiran perang secara menyeluruh, sementara Pope Leo XIV turut mendorong dialog dan de-eskalasi serta menyerukan kembali ke meja perundingan.

Meski sentimen pasar membaik, BRI Danareksa mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap sejumlah risiko.

Belum adanya kesepakatan konkret antara Amerika Serikat dan Iran membuka peluang terjadinya false hope rally yang rawan berbalik arah.

Selain itu, potensi eskalasi lanjutan masih dapat kembali mendorong harga energi naik dan menekan pasar keuangan global. (Aldo Fernando)

SHARE