MARKET NEWS

IHSG Rebound di Tengah Meredanya Sentimen Global, Ini Saham-Saham yang Menarik Dicermati

Rohman Wibowo 10/03/2026 11:26 WIB

Analis pasar keuangan memperkirakan akan mulai ada penyesuaian kembali terkait kecenderungan investor yang sebelumnya mengurangi eksposur pada aset berisiko.

IHSG Rebound di Tengah Meredanya Sentimen Global, Ini Saham-Saham yang Menarik Dicermati. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pergerakan IHSG yang menguat pada perdagangan hari ini (10/3/2026) ke level 7.443 dinilai tak terlepas dari tensi konflik di Timur Tengah yang berangsur-angsur mereda setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal durasi konflik dengan Iran yang tak akan lama. 

Analis pasar keuangan memperkirakan akan mulai ada penyesuaian kembali terkait kecenderungan investor yang sebelumnya mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham di negara emerging market, termasuk Indonesia.

"Peluang terjadinya technical rebound masih cukup terbuka, terutama jika sentimen global terus membaik. Dengan posisi indeks yang sudah mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir, sebagian investor juga berpotensi memanfaatkan momentum ini untuk melakukan akumulasi pada saham-saham dengan fundamental kuat," ujar Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana kepada IDX Channel, Rabu (10/3/2026).

Hendra memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini bakal bergerak dalam kisaran 7.250 hingga 7.480. Jika sentimen global terus membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik dan stabilisasi harga minyak, maka peluang penguatan menuju area 7.400 masih terbuka hingga penutupan perdagangan. 

"Beberapa saham yang menarik untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini antara lain BBNI dan BMRI dari sektor perbankan yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi," kata Hendra.

Selain itu, lanjut Hendra, UNTR juga menarik dicermati karena memiliki eksposur terhadap sektor energi dan alat berat yang masih didukung aktivitas komoditas. 

“Saham HUMI juga berpotensi mendapatkan sentimen positif dari meningkatnya aktivitas transportasi energi, sementara SCMA dapat menjadi pilihan defensif di tengah volatilitas pasar yang masih cukup tinggi," ujar dia.

Hendra menekankan kondisi pasar mulai berubah setelah muncul pernyataan Trump yang menyebut bahwa konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir. Pernyataan tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, sehingga harga minyak yang sebelumnya melonjak tajam mulai mengalami koreksi.

Penurunan harga minyak ini menjadi sinyal bahwa risiko inflasi global akibat lonjakan harga energi mulai mereda, sehingga sentimen pasar global pun berangsur membaik.

Perubahan sentimen tersebut tercermin dari pergerakan bursa Wall Street yang berhasil berbalik menguat setelah sebelumnya sempat tertekan. Penguatan bursa Amerika ini memberikan sinyal bahwa risk appetite investor global mulai kembali pulih seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik dan stabilisasi harga komoditas energi. 

"Kondisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham Asia, termasuk IHSG, karena investor mulai kembali melihat peluang pada aset berisiko setelah sebelumnya cenderung bersikap defensif," katanya.

Adapun, IHSG dibuka menguat pada hari ini, yaitu rebound 1,44 persen ke level 7.443,05. Semenit berjalan, IHSG melanjutkan penguatan 1,65 persen ke 7.458. 

Sebanyak 424 saham di zona hijau, 107 melemah, dan 427 lainnya stagnan. Transaksi awal menyentuh Rp1,1 triliun, dengan volume 1,6 miliar lembar saham.

(NIA DEVIYANA)

SHARE