IHSG Sempat Tembus 9.000, Purbaya: Sinyal Kepercayaan Investor Terhadap Ekonomi RI
Menurut Purbaya, pencapaian ini merupakan sinyal kuat kembalinya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons positif atas performa historis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan hari ini.
Menurutnya, pencapaian ini merupakan sinyal kuat kembalinya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Purbaya menyoroti tren pertumbuhan pasar modal yang sudah terlihat sejak akhir tahun lalu. Pada Desember 2025, IHSG bertengger di posisi 8.646,9 atau tumbuh 22,1 persen secara tahunan.
"Sepertinya akan berkelanjutan terus kenaikannya di tahun 2026 ini, kalau Anda lihat sempat menembus 9.000, jadi kalau dari sisi sentimen ke perekonomian dari kalangan investor sudah balik," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Januari 2026, Kamis (8/1/2026).
Purbaya meyakini bahwa kembalinya gairah pasar modal tidak lepas dari pengamatan investor terhadap keseriusan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. Meski realisasinya belum sepenuhnya rampung, dampak positif terhadap struktur ekonomi nasional dinilai sudah mulai terlihat nyata.
Purbaya memproyeksikan bahwa level 9.000 bukanlah puncak dari pergerakan indeks tahun ini, melainkan sebuah pijakan baru untuk penguatan yang lebih tinggi.
"Jadi yang itu, IHSG yang naik ke 9.000 itu tadi, itu baru awal. Perkiraan saya akan naik terus karena ekonomi kita akan kita manage ke arah perbaikan terus ke depan," katanya.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG mencatatkan momentum luar biasa pagi ini. Sekitar pukul 10.00 WIB, indeks menguat 57,03 poin atau 0,64 persen ke posisi 9.001,84.
Tren bullish terus berlanjut hingga pukul 10.29 WIB, di mana IHSG menyentuh rekor All Time High (ATH) terbaru di level 9.002,92.
Meskipun terdapat fluktuasi, IHSG berhasil menutup sesi I perdagangan Kamis (8/1/2026) dengan tetap berada di zona hijau, yakni menguat 0,44 persen ke level 8.984,48.
Kembalinya kepercayaan investor ini diharapkan menjadi katalis positif bagi stabilitas nilai tukar Rupiah dan arus modal asing (capital inflow) sepanjang kuartal pertama 2026.
(kunthi fahmar sandy)