MARKET NEWS

IHSG Sempat Turun 4 Persen, Saham Bank Besar Jadi Beban

TIM RISET IDX CHANNEL 08/06/2026 09:41 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terperosok lebih dari 4 persen pada awal perdagangan Senin (8/6/2026) di tengah tekanan sentimen global.

IHSG Sempat Turun 4 Persen, Saham Bank Besar Jadi Beban. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terperosok lebih dari 4 persen pada awal perdagangan Senin (8/6/2026) di tengah tekanan sentimen global dan pelemahan rupiah.

Namun, pada pukul 09.29 WIB, penurunan indeks terpangkas menjadi menjadi minus 1,48 persen ke level 5.512,09.

Menurut MNC Sekuritas, koreksi IHSG pagi ini sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham global dan regional Asia.

Tekanan pasar dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih kuat dari ekspektasi.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer), sehingga mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Dari dalam negeri, sentimen negatif turut datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang berlanjut hingga menyentuh level Rp18.165 per USD.

Depresiasi mata uang domestik tersebut menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek investasi di pasar saham Indonesia.

Secara sektoral, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari sektor infrastruktur yang turun 6,24 persen, diikuti sektor bahan baku 5,47 persen dan sektor energi 4,64 persen.

Sementara itu, berdasarkan nilai transaksi, saham-saham yang paling membebani pergerakan indeks antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 3,25 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 2,08 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 3,65 persen, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 7,19 persen, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang melemah 4,05 persen.

MNC Sekuritas menilai kombinasi sentimen global yang semakin hawkish dan pelemahan rupiah berpotensi mempertahankan tekanan terhadap pasar saham domestik dalam jangka pendek.

Investor pun disarankan untuk tetap mencermati perkembangan kebijakan moneter global serta pergerakan nilai tukar rupiah sebagai faktor utama yang memengaruhi arah pasar.

Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta Utama, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah memasuki area extremely oversold berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), meski tren penurunan masih berlangsung.

Nafan memperkirakan IHSG memiliki level support di 5.491 dan 5.390, sementara level resistance berada di 5.733 dan 5.839.

Meski valuasi pasar semakin menarik setelah koreksi tajam, dia mengingatkan investor untuk tetap selektif dengan memfokuskan investasi pada saham-saham berfundamental kuat dan memiliki valuasi murah. Investor juga disarankan mencermati emiten yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah tren.

Secara teknikal, indikator Stochastic K-D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif yang mengindikasikan tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut juga diperkuat oleh volume perdagangan yang cenderung menurun.

Pada pekan ini, Phintraco Sekuritas menjelaskan, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, antara lain cadangan devisa Mei 2026 pada 8 Juni, indeks kepercayaan konsumen Mei 2026 pada 10 Juni, serta data penjualan ritel April 2026 pada 11 Juni.

"Di tengah minimnya katalis positif dan masih kuatnya tekanan sentimen negatif, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level 5.500 pada pekan [ini]," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya. (Aldo Fernando)

SHARE