IHSG Tembus 6.400, Saham BBRI hingga DSSA Jadi Penggerak Utama Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,78 persen sepanjang pekan ini dan kembali menembus level 6.400.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,78 persen sepanjang pekan ini dan kembali menembus level 6.400.
Penguatan indeks ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar, dengan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG.
Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), IHSG ditutup menguat 1,04 persen ke level 6.409,65.
Secara sektoral, sektor infrastruktur mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 2,17 persen, sedangkan sektor barang konsumen siklikal (cyclical) menjadi satu-satunya sektor yang melemah, yakni 0,69 persen.
Dari jajaran saham penggerak indeks, saham terafiliasi taipan Anthoni Salim DCII memimpin setelah mencatat kenaikan 7,42 persen ke Rp205.550 per unit secara mingguan. Penguatan tersebut memberikan kontribusi sebesar 14,43 poin terhadap IHSG.
Selanjutnya, bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 2,96 persen menjadi Rp3.130 per unit dan menyumbang 13,14 poin terhadap IHSG.
Saham tambang Grup Salim PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mencatat kenaikan 7,32 persen ke Rp4.400 per unit, dengan kontribusi 12,64 poin.
Saham Grup Sinar Mas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat penguatan lebih tinggi, yakni 14,71 persen, sekaligus memberikan kontribusi 10,72 poin terhadap indeks.
Kemudian, saham Grup Bakrie PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menjadi saham dengan kenaikan mingguan terbesar dalam daftar tersebut. Saham VKTR melesat 21,23 persen dan menyumbang 9,54 poin terhadap IHSG.
Saham Grup Bakrie-Salim PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 9,82 persen dengan kontribusi 8,18 poin, sementara Grup Merdeka PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 13,26 persen dan menyumbang 8,14 poin.
Selanjutnya, Saham tambang Grup Salim-Bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 13,33 persen, memberikan kontribusi 8,09 poin.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat 3,04 persen dengan sumbangan 7,38 poin, sedangkan saham Grup Barito PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 4,78 persen dan berkontribusi 6,19 poin.
Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,15 persen ke level Rp17.897 per USD pada perdagangan Jumat.
Namun, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi USD145,3 miliar pada Juli 2026, dari USD145,6 miliar pada Juni 2026.
Penurunan cadangan devisa tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan rupiah lebih lanjut.
Sementara itu, harga properti residensial di Indonesia tumbuh 0,69 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan 0,62 persen pada kuartal I-2026.
Pertumbuhan yang masih moderat tersebut didukung oleh peningkatan harga properti di sejumlah kota.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai tren IHSG mulai menunjukkan sinyal positif.
Secara mingguan, indikator MACD membentuk golden cross, sementara histogram MACD telah berada di area positif.
Meski demikian, Stochastic RSI berada di area overbought, sehingga ruang penguatan IHSG berpotensi menghadapi tekanan.
IHSG juga saat ini mendekati MA20 mingguan di sekitar level 6.488.
Phintraco Sekuritas memperkirakan apabila IHSG mampu menembus level MA20 tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 6.500 pada pekan depan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.