MARKET NEWS

IHSG Tembus ke Atas 6.500, Asing Borong Saham BBRI-BBCA Cs hingga TPIA

TIM RISET IDX CHANNEL 21/08/2026 13:34 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di atas level 6.500 pada perdagangan Jumat (21/8/2026), ditopang penguatan sejumlah saham big cap.

IHSG Tembus ke Atas 6.500, Asing Borong Saham BBRI-BBCA Cs hingga TPIA. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di atas level 6.500 pada perdagangan Jumat (21/8/2026), ditopang penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan grup konglomerasi.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga jeda istirahat siang, IHSG menguat 0,52 persen ke level 6.535,57, sekaligus menjadi level tertinggi sejak pertengahan Mei 2026.

Sejumlah saham bank jumbo menjadi salah satu penopang utama indeks.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 2,55 persen ke Rp3.230 per unit.

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga menguat 2,79 persen ke Rp3.690 per unit, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 1,20 persen ke Rp4.200 per unit.

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,78 persen ke Rp6.450 per unit.

Penguatan saham-saham perbankan tersebut juga mendapat dukungan aliran dana asing. Berdasarkan data BRI Danareksa Sekuritas per penutupan sesi I, BBRI menjadi saham dengan nilai beli bersih asing (foreign net buy) terbesar, yakni sekitar Rp379,24 miliar.

BBCA berada di posisi berikutnya dengan net buy asing Rp99,35 miliar, disusul emiten milik taipan Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp94.31 miliar, BBNI Rp86,28 miliar dan BMRI Rp50,96 miliar.

Di luar sektor perbankan, sejumlah saham konglomerasi dan berkapitalisasi besar juga bergerak positif.

Saham Grup Sinar Mas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melesat 3,92 persen ke Rp1.060 per unit. Saham duo Barito TPIA menguat 2,80 persen ke Rp2.030, sedangkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 1,16 persen ke Rp3.490.

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) milik taipan Aguan dan Salim turut menguat 0,82 persen ke Rp6.125 per unit.

DSSA dan TPIA juga masuk dalam daftar saham dengan pembelian asing terbesar. Investor asing mencatat net buy sekitar Rp19,82 miliar pada DSSA dan Rp94,31 miliar pada TPIA.

Secara keseluruhan, data BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan net buy sekitar Rp362,65 miliar hingga siang ini.

Dari sisi global, BRI Danareksa Sekuritas menyebut penurunan yield US Treasury 10 tahun sebesar 7 basis poin menjadi 4,64 persen serta pelemahan DXY 0,9 persen ke 98,8 menjadi katalis positif bagi aset berisiko dan pasar negara berkembang.

Sentimen tersebut muncul setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) meningkatkan ukuran buyback obligasi tenor panjang menjadi minimal USD4 miliar per operasi.

Langkah ini membantu meredakan tekanan di pasar obligasi dan menekan dolar AS.

Namun, pasar masih menghadapi sejumlah risiko. Notulen rapat The Federal Reserve (The Fed) masih menunjukkan risiko kenaikan suku bunga.

Sementara, harga minyak Brent bertahan di sekitar USD93,7 per barel akibat meningkatnya tensi AS-Iran.

Di dalam negeri, penguatan rupiah juga menjadi katalis positif bagi IHSG. BRI Danareksa Sekuritas mencatat rupiah telah menguat 2,4 persen dari level terlemah Rp18.190 per USD. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE