MARKET NEWS

IHSG Turun 3 Persen di Tengah Sentimen Risk-Off, Analis Soroti Risiko Koreksi Lanjutan

TIM RISET IDX CHANNEL 13/03/2026 16:19 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam pada Jumat (13/3/2026) setelah sentimen global kembali memburuk.

IHSG Turun 3 Persen di Tengah Sentimen Risk-Off, Analis Soroti Risiko Koreksi Lanjutan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam pada Jumat (13/3/2026) setelah sentimen global kembali memburuk.

Lonjakan harga minyak dunia di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor mengurangi aset berisiko.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup merosot 3,05 persen ke level 7.137,21, dengan nilai transaksi Rp13,64 triliun dan volume perdagangan 26,88 miliar saham.

Sebanyak 656 saham turun, 113 saham naik, dan 189 saham stagnan.

Dengan ini, IHSG telah turun tiga hari berturut-turut, dengan penurunan mingguan 7,44 persen. Dalam sebulan terakhir, indeks acuan tersebut tergelincir 13,65 persen.

Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, penurunan tajam IHSG seiring meningkatnya sentimen risk-off global.

Tekanan tersebut juga sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia yang mengikuti koreksi di Wall Street.

Dari sisi domestik, kenaikan harga minyak dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap fiskal pemerintah apabila harganya melampaui asumsi dalam APBN.

Selain itu, mendekati periode libur panjang, investor cenderung mengambil sikap wait and see sehingga aktivitas transaksi relatif lebih berhati-hati.

Meski demikian, kata BRI Danareksa, sektor perbankan masih menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks di tengah tekanan pasar yang meluas.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren koreksi dengan pola lower high dan lower low.

“Momentum bearish masih terlihat dari MACD yang berada di area negatif,” tulis analis BRI Danareksa.

Saat ini, level support di 7.200 telah kembali ditembus, sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan menuju area support berikutnya di kisaran 7.100 hingga 7.000. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE