MARKET NEWS

IHSG Turun 3,38 Persen, Analis Soroti Level Support Empat Saham Bank Besar

TIM RISET IDX CHANNEL 24/04/2026 17:29 WIB

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan pada Jumat (24/4/2026) dengan penurunan 3,38 persen ke level 7.129,49.

IHSG Turun 3,38 Persen, Analis Soroti Level Support Empat Saham Bank Besar. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan pada Jumat (24/4/2026) dengan penurunan 3,38 persen ke level 7.129,49, sekaligus menandai koreksi yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Pelemahan indeks terutama dipicu oleh aksi jual pada saham-saham konglomerat serta perbankan berkapitalisasi besar.

Sepanjang sesi perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp24,30 triliun dengan volume sebanyak 44,80 miliar saham.

Pergerakan pasar didominasi pelemahan, tercermin dari 701 saham terkoreksi, sementara hanya 92 saham menguat dan 166 saham lainnya bergerak stagnan.

Menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (24/4), pelemahan IHSG dipicu kombinasi pelemahan rupiah yang di kisaran level terendah sepanjang masa, ketidakpastian global yang berlanjut, serta lonjakan harga komoditas dan energi yang berpotensi memperlebar defisit APBN.

Tekanan tersebut turut menyeret saham-saham perbankan, meskipun secara fundamental kinerjanya dinilai masih relatif solid.

Dalam kondisi ini, investor disarankan mulai mencermati level teknikal krusial sebagai acuan pengambilan posisi.

“Strategi saat ini wait and see sambil menunggu sentimen global dan rupiah membaik. Fokus mencermati area support kuat sebagai pijakan awal jika terjadi rebound teknikal,” tulis BRI Danareksa.

Tekanan pada saham perbankan berkapitalisasi besar kian terlihat pada perdagangan terbaru.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat koreksi paling dalam yakni 5,84 persen ke Rp6.050 per unit.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 2,85 persen ke Rp3.070 per saham, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melemah 2,81 persen ke Rp4.500 per saham.

Sementara, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat penurunan paling terbatas, yakni 2,58 persen ke Rp3.770 per saham.

Dalam sepekan terakhir, tekanan paling dalam dialami BBRI yang merosot 10,50 persen, diikuti BBCA yang turun 5,84 persen. Sementara itu, BMRI relatif lebih terbatas dengan penurunan 2,60 persen, sedangkan BBNI justru masih mencatat kenaikan 1,62 persen.

Secara year to date (YtD), kinerja saham perbankan masih berada di zona negatif. BBCA mencatat pelemahan terdalam sebesar 25,08 persen, disusul BBRI yang turun 16,12 persen. BMRI terkoreksi 11,76 persen, sementara BBNI melemah 13,73 persen sejak awal tahun.

Area Support Bank Besar

Secara teknikal, menurut BRI Danareksa, untuk saham BBRI, area support berada di kisaran 2.900-2.850, sementara peluang pembalikan arah mulai terbuka jika mampu menembus level 3.778 atau melewati garis moving average 200 hari (MA-200).

Pada BMRI, support kuat teridentifikasi di rentang 4.080-3.600. Sinyal reversal berpotensi muncul jika harga bergerak di atas 4.754, yang juga menjadi area break MA-200.

Sementara itu, BBNI memiliki area support kuat di 3.520-3.280. Potensi pembalikan arah baru akan terkonfirmasi apabila mampu menembus 4.228 atau melampaui MA-200.

Tidak ketinggalan, BBCA berada pada area support kuat 5.500-4.700, dengan peluang reversal jika berhasil menembus level 7.840 yang sekaligus menjadi titik break MA-200. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE