Imbal Jasa Tokopedia Tumbuh 32 Persen, GOTO Kantongi Pendapatan Rp18,3 Triliun
Perseroan juga mencatat arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp748 miliar pada Triwulan-2025 dan Rp966 miliar sepanjang tahun.
IDXChannel - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru saja merilis hasil kinerjanya di 2025 lalu, di mana Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp18,3 triliun, di sepanjang periode tersebut.
Capaian tersebut terhitung tumbuh 15 persen dibanding realisasi pendapatan di 2024 yang masih sebesar Rp15,8 triliun.
Porsi pendapatan ditopang lewat beragam lini bisnis. Misalnya saja bisnis delivery (on-demand services/ODS) yang menyumbang pendapatan sebesar Rp5,78 triliun, tumbuh 8,1 persen dari capaian 2024 yang masih sebesar Rp5,34 triliun.
Sementara perolehan pendapatan dari imbalan jasa (service fee) Tokopedia tercatat sebesar Rp820 miliar, melonjak 32 persen dari perolehan 2024 yang sebesar Rp622 miliar.
Secara umum, kinerja keuangan GOTO pada 2025 diklaim melampaui target, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp2 triliun. Capaian tersebut melampaui proyeksi kinerja yang telah disusun Perseroan, di kisaran Rp1,8 triliun hingga Rp1,9 triliun.
"Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan transaksi, peningkatan jumlah pengguna serta penguatan profitabilitas di sejumlah lini bisnis utama," ujar Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Secara operasional, nilai transaksi bruto inti (core gross transaction value/GTV) Grup GOTO tumbuh signifikan. Pada Triwulan IV-2025, GTV inti mencapai Rp124 triliun, tumbuh 57 persen secara tahunan (year on year/YoY). Untuk setahun penuh, GTV inti meningkat menjadi Rp400 triliun atau tumbuh 49 persen (YoY).
Total GTV Grup tercatat Rp212 triliun pada Triwulan IV, atau naik 47 persen (YoY), dan mencapai Rp686 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 32 persen (YoY).
Dari sisi pendapatan, GOTO membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5 triliun pada Triwulan IV-2025, tumbuh 19 persen (YoY). Secara tahunan, pendapatan bersih mencapai Rp18,3 triliun atau meningkat 24 persen (YoY).
Peningkatan kinerja tersebut juga didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna. Pengguna yang bertransaksi tahunan (annual transacting users/ATU) meningkat 24 persen menjadi 66 juta pengguna sepanjang 2025.
"Peningkatan kinerja tidak hanya tercermin dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari penguatan profitabilitas dan arus kas," ujar Direktur Keuangan GOTO, Simon Ho, dalam kesempatan yang sama.
Simon menilai bahwa capaian kinerja GOTO telah mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line), di mana Perseroan mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif.
Di lain pihak, Perseroan juga mencatat arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp748 miliar pada Triwulan-2025 dan Rp966 miliar sepanjang tahun.
Dari sisi unit usaha, segmen financial technology mencatat pertumbuhan signifikan dengan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp226 miliar pada Triwulan IV dan Rp497 miliar untuk setahun penuh. Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan transaksi pembayaran serta ekspansi bisnis pinjaman.
Pendapatan bersih unit financial technology mencapai Rp1,7 triliun pada Triwulan IV atau naik 45 persen YoY dan Rp5,8 triliun sepanjang 2025, meningkat 62 persen YoY. Nilai buku pinjaman konsumen juga meningkat 68 persen (YoY) menjadi Rp8,8 triliun.
(taufan sukma)