Impor BYD-VinFast Anjlok, IPCC Dipercaya Tangani Kendaraan Tata Motors
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dipercaya menangani impor kendaraan niaga Tata Motors di tengah anjloknya volume kargo impor EV.
IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dipercaya menangani impor kendaraan niaga Tata Motors di tengah anjloknya volume kargo impor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) merek BYD dan VinFast. Perseroan telah menangani model unit Tata Ultra Truck T7 dan Tata Xenon Yodha SC jenis pikap sejak Agustus 2026.
Peluang tersebut menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan IPCC di tengah penyesuaian aktivitas ekspor dan impor kendaraan yang turut memengaruhi kinerja operasional perseroan. Penanganan kedua model truk TATA tersebut merupakan bagian dari peluang yang berhasil ditangkap IPCC pada tahun ini.
Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro memperkirakan total volume impor kendaraan yang ditangani mencapai sekitar 50.000 unit hingga akhir 2026. Selain kendaraan komersial Tata, IPCC juga mencatat peningkatan volume ekspor dari Toyota serta rencana ekspor kendaraan BYD pada tahun ini.
"Meskipun aktivitas ekspor dan impor kendaraan mengalami penyesuaian, IPCC terus berupaya memperoleh peluang dan mengembangkan layanan usaha baru sebagai sumber tambahan pendapatan perseroan pada tahun 2026," ujarnya dalam Risalah Public Expose dikutip Sabtu (7/11/2026).
IPCC juga terus berkomitmen menjalankan strategi Integrated Auto Solutions untuk memperluas bisnis di luar kegiatan bongkar muat kendaraan di pelabuhan. Melalui strategi tersebut, perseroan mengembangkan layanan logistik kendaraan terintegrasi, mulai dari penanganan di terminal, penyimpanan kendaraan, hingga distribusi ke pabrik, pusat distribusi, pelanggan, dan dealer.
IPCC juga telah menjalankan program Land Transportation Partnership bersama sejumlah produsen kendaraan, termasuk BYD dan VinFast. Kerja sama tersebut mencakup pengangkutan kendaraan dari pabrik menuju pelabuhan maupun dari pelabuhan menuju pelanggan dan dealer.
Di sisi lain, perseroan terus menjajaki peluang pengembangan jaringan operasional melalui terminal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) di sejumlah wilayah Indonesia. IPCC juga menyiapkan pengembangan lahan tambahan sekitar dua hektare untuk mendukung peningkatan kapasitas operasional pada 2026-2027.
Langkah ekspansi tersebut diharapkan memperkuat posisi IPCC dalam rantai pasok industri otomotif, sekaligus membuka sumber pendapatan baru dari layanan transportasi dan distribusi kendaraan.
Dengan semakin luasnya cakupan layanan, IPCC berupaya mengurangi ketergantungan pada bisnis bongkar muat terminal dan menangkap peluang pertumbuhan dari kebutuhan logistik kendaraan nasional.
(Rahmat Fiansyah)