Indika Energy (INDY) Raih Laba Bersih Rp184 Miliar di Semester I-2026
PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD10,2 juta atau Rp184 miliar pada semester I-2026.
IDXChannel - PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD10,2 juta atau Rp184 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD2,2 juta, didukung pertumbuhan pendapatan dan membaiknya kinerja operasional di sejumlah lini bisnis.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, pendapatan INDY meningkat 19,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi USD1,15 miliar dari USD956,8 juta pada semester I 2025.Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh kontribusi yang lebih tinggi dari sejumlah anak usaha seperti Kideco Jaya Agung, Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), serta Indika Indonesia Resources.
Seiring meningkatnya pendapatan, laba kotor perseroan tumbuh 36,5 persen menjadi USD181,2 juta. Laba usaha juga melonjak 82,9 persen menjadi USD99 juta, dengan margin laba usaha meningkat menjadi 8,6 persen dari 5,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, adjusted EBITDA meningkat 43,8 persen menjadi USD139,1 juta dibandingkan USD96,8 juta pada semester I 2025. Margin adjusted EBITDA turut membaik menjadi 12,1 persen dari 10,1 persen.
Dari lini bisnis batu bara, Kideco membukukan pendapatan sebesar USD855,1 juta, naik 10,2 persen dibandingkan semester I 2025. Kinerja tersebut didukung kenaikan harga jual rata-rata sebesar 6,8 persen menjadi USD54,7 per ton serta peningkatan volume penjualan 2,4 persen menjadi 14,8 juta ton.
Sebanyak 6,4 juta ton atau 43,5 persen dari total penjualan Kideco dipasarkan ke domestik, sedangkan 8,3 juta ton atau 56,5 persen diekspor. Perbaikan tersebut mendorong margin laba kotor Kideco meningkat menjadi 19 persen dari 14,2 persen pada semester I 2025.
Di sisi lain, pendapatan Indika Indonesia Resources melonjak 79,4 persen menjadi USD42,7 juta. Volume perdagangan batu bara meningkat 104 persen menjadi 539 ribu ton, sedangkan harga jual rata-rata naik 51,5 persen menjadi USD72,3 per ton seiring penjualan batu bara berkalori lebih tinggi. Perseroan juga mulai membukukan pendapatan USD3,8 juta dari perdagangan nonbatu bara, terutama bauksit melalui Mekko.
Segmen rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) melalui Tripatra mencatatkan pendapatan USD167,4 juta, meningkat 41,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Interport membukukan pendapatan USD86,7 juta, naik 57,9 persen, terutama ditopang oleh peningkatan bisnis perdagangan bahan bakar.
Di tengah pertumbuhan pendapatan, harga pokok penjualan naik 17,2 persen menjadi USD965,8 juta. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya cash cost Kideco di luar royalti menjadi USD37,3 per ton dari USD34,2 per ton pada semester I 2025, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar menjadi USD0,90 per liter dari USD0,67 per liter.
Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, Azis Armand mengatakan kinerja Semester I-2026 mencerminkan penguatan operasional di berbagai lini bisnis sekaligus konsistensi Perseroan dalam mempercepat transformasi portofolio usaha.
"Kinerja Semester I-2026 menunjukkan penguatan operasional di berbagai lini bisnis, tercermin dari pertumbuhan pendapatan, laba kotor, dan adjusted EBITDA. Pada saat yang sama, alokasi lebih dari 99 persen belanja modal ke bisnis nonbatu bara, terutama pengembangan proyek Awak Mas, menegaskan disiplin kami dalam membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi, resilien, dan berkelanjutan," ujar Azis dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).
Sejalan dengan strategi diversifikasi, INDY mengalokasikan 99,1 persen dari total belanja modal sebesar USD83,1 juta untuk pengembangan bisnis nonbatu bara. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pengembangan proyek emas Awak Mas senilai USD71,4 juta.
Hingga akhir Juni 2026, progres konstruksi proyek Awak Mas telah mencapai 60,63 persen menuju tahap commissioning kedua, dengan total investasi proyek yang telah terealisasi sebesar USD340 juta.
Pada 19 Juni 2026, perseroan juga membagikan dividen tunai sebesar USD3,01 juta sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada 20 Mei 2026.
(Rahmat Fiansyah)