MARKET NEWS

Indokripto (COIN) Bukukan Rugi Rp26 Miliar pada Semester I-2026

Rahmat Fiansyah 31/07/2026 06:00 WIB

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) membukukan rugi bersih sebesar Rp26 miliar pada semester I-2026.

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) membukukan rugi bersih sebesar Rp26 miliar pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) membukukan rugi bersih sebesar Rp26 miliar pada semester I-2026. Kinerja tersebut berbalik dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika Perseroan mencatat laba bersih Rp25,5 miliar.

Penurunan kinerja tersebut terjadi seiring pelemahan pasar aset kripto global dan domestik yang berdampak terhadap aktivitas perdagangan investor. Pengelola Bursa Aset Kripto CFX itu menyebut kondisi pasar yang volatil membuat investor melakukan rotasi portofolio ke instrumen yang lebih defensif.

Volatilitas pasar aset kripto menyebabkan kapitalisasi pasar kripto global turun 12,6 persen secara kuartalan menjadi USD2,1 triliun pada kuartal II-2026 dari USD2,4 triliun. Sejalan dengan tren tersebut, volume transaksi aset kripto di Indonesia terkoreksi 11,6 persen secara kuartalan menjadi Rp67,03 triliun dari Rp75,83 triliun.

Tekanan pasar turut berdampak terhadap pendapatan perseroan. COIN mencatat pendapatan sebesar Rp74,6 miliar, turun 34 persen dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp113,1 miliar.

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk Ade Wahyu,mengatakan di tengah pelemahan pendapatan secara umum, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan positif dari segmen derivatif.

"Segmen ini terbukti memiliki daya tahan yang baik dan mulai bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan baru bagi COIN," katanya dalam keterngan resmi, Kamis (30/7/2026).

Berbeda dengan tren global, kinerja bisnis derivatif COIN justru tumbuh positif. Pendapatan dari segmen tersebut meningkat 6 persen secara kuartalan menjadi Rp12,1 miliar pada periode April-Juni 2026.

Ade mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan minat terhadap produk derivatif aset kripto di Indonesia. Pada kuartal II-2026, transaksi derivatif berkontribusi 36,5 persen terhadap total pendapatan COIN.

"Pencapaian ini memperlihatkan perkembangan positif terhadap minat produk derivatif di Indonesia, yang berhasil tumbuh di saat tren global mengalami koreksi," ujarnya.

Dari sisi neraca, COIN mencatatkan aset lancar sebesar Rp366,6 miliar. Posisi tersebut membuat likuiditas perseroan mencapai sekitar 17 kali lipat dibandingkan total liabilitas. 

Perseroan juga terus melakukan efisiensi dan deleveraging. Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas berhasil ditekan 61 persen menjadi Rp21,1 miliar.

Selain itu, COIN telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp49,99 miliar atau 24 persen dari total dana yang dihimpun sebesar Rp220,59 miliar.

Dana hasil IPO tersebut digunakan untuk memperkuat sistem dan infrastruktur anak usaha, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai Bursa Aset Kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga penyimpanan aset kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami mengedepankan strategi yang prudent dan berlandaskan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan dana hasil IPO, guna memastikan pemanfaatannya dilakukan secara efisien dan tepat sasaran," pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE