Indosat (ISAT) Divestasi Aset Fiber Rp11,7 Triliun kepada Arsari Group
PT Indosat Tbk (ISAT) melakukan divestasi aset fiber lewat PT Infra Fiber Teknologi (IFT) PT kepada Arsari Group senilai Rp11,7 triliun.
IDXChannel - PT Indosat Tbk (ISAT) melakukan divestasi aset fiber lewat PT Infra Fiber Teknologi (IFT) PT kepada Arsari Group senilai Rp11,7 triliun. Perseroan tetap mempertahankan kepemilikan 49,68 persen saham IFT, sedangkan sisanya dikendalikan oleh perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo tersebut.
Kemitraan strategis antara Indosat dan Arsari Group itu bertujuan memperkuat tulang punggung infrastruktur digital nasional sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia. Peluncuran ini juga menjadi tonggak penting bagi kedua belah pihak untuk meningkatkan kualitas infrastruktur digital dengan akses terbuka (open access).
IFT bertindak sebagai platform independen yang mengelola lebih dari 86.000 kilometer (km) jaringan fiber, mencakup jaringan backbone, jaringan bawah laut domestik, dan jaringan akses. Dengan model bisnis open access, IFT dirancang untuk memperluas kemitraan wholesale dengan operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, dan penyedia layanan digital.
Secara teknis, Indosat bersama anak usahanya, PT Aplikasinusa Lintasarta mengalihkan 84,9 persen saham IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT) milik Arsari Group. Nilai divestasi tersebut mencapai Rp11,7 triliun.
Kemudian, sisa kepemilikan saham 15,1 persen diinbreng ke NFT, sehingga Indosat akan memiliki 49,1 persen saham IFT dan PT Aplikasinusa Lintasarta 0,8 persen. Dengan demikian, Indosat secara efektif menguasai 49,68 persen saham IFT.
Adapun sisanya dikuasai oleh PT Ainfrastruktur Indonesia Raya (AIR) sebesar 50,1 persen milik Arsari Group dan Northstar. NFT memegang kendali penuh, sedangkan Indosat hanya memiliki 1 saham di IFT. Dalam transaksi ini, Citi bertindak sebagai penasihat keuangan bagi Indosat.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan, kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi.
"Dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, kami ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo menilai, daya saing sebuah bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Dia menekankan bahwa para pemimpin yang kini mengemban amanah di IFT membawa tanggung jawab tersebut.
"Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," katanya.
Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, Hendry Syam menambahkan, IFT tidak dibangun hanya untuk melayani wilayah yang telah memiliki konektivitas memadai.
"Mandat kami jauh lebih besar dari itu. Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh Nusantara," ujarnya.
Prioritas utama IFT adalah percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah yang masih minim layanan, memperluas kemitraan wholesale dengan operator telekomunikasi dan hyperscaler, serta membangun kapabilitas operasional yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi yang siap mendukung perkembangan AI di Indonesia. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan para mitra dan pelanggan, IFT berkomitmen meningkatkan ketahanan jaringan, mendorong efisiensi biaya, serta berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem digital Indonesia.
(Rahmat Fiansyah)