MARKET NEWS

Indosat (ISAT) Tetapkan Dividen Tunai Rp3,58 Triliun, 65 Persen dari Laba Bersih

Rahmat Fiansyah 06/05/2026 20:30 WIB

PT Indosat Tbk (ISAT) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp3,58 triliun sebagai bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai kepada pemegang saham.

PT Indosat Tbk (ISAT) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp3,58 triliun untuk tahun buku 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indosat Tbk (ISAT) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp3,58 triliun sebagai bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai kepada pemegang saham. Dividen tersebut setara dengan Rp111 per saham.

Sepanjang 2025, perusahaan telekomunikasi milik Ooredoo Hutchison tersebut mencatat laba bersih sebesar Rp5,51 triliun. Dengan demikian, penetapan dividen tersebut ekuivalen 65 persen dari total laba bersih.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Selasa (5/5/2026). Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, Indosat mampu menunjukkan ketangguhan melalui eksekusi bisnis yang disiplin dan strategi yang terarah, sekaligus membangun fondasi kuat dalam penciptaan nilai jangka panjang.

Dividen tersebut akan disalurkan selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman risalah resmi RUPST. Harga saham ISAT saat ini berada di level Rp2.130, mencerminkan dividend yield sekitar 5,2 persen.

Indosat tengah memasuki fase pertumbuhan baru, seiring percepatan strategi AI North Star. Strategi ini akan menjadi fokus Indosat di masa-masa mendatang.

"Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin. Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen," kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Indosat terus mempercepat ambisi AI North Star dengan mengembangkan kecerdasan artifisial (AI) yang terintegrasi dalam satu ekosistem. Transformasi ini dimulai dari evolusi Indosat menjadi AI-native telco, dengan mengintegrasikan AI ke seluruh operasi inti untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan efisiensi belanja modal. 

Selain itu, Indosat juga memperluas layanannya dari sekadar konektivitas menjadi AI TechCo, membuka peluang pertumbuhan baru di bidang sovereign AI, cloud, dan keamanan siber. Dengan kapabilitas utama yang telah terbangun, perseroan kini memasuki fase ekspansi untuk mendorong pertumbuhan eksponensial pada layanan berbasis AI, baik di segmen konsumen maupun enterprise.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE