Investor Mulai Cari Titik Balik Pasar Indonesia, Lirik Sektor Komoditas dan Konsumer
Investor mulai melihat peluang di pasar saham Indonesia setelah kinerja yang tertinggal sepanjang tahun berjalan.
IDXChannel – Investor mulai melihat peluang di pasar saham Indonesia setelah kinerja yang tertinggal sepanjang tahun berjalan.
Meski eksposur terhadap Indonesia masih rendah, perhatian investor kini mulai bergeser dari risiko penurunan menuju pencarian katalis yang dapat menjadi titik balik (turning point) pasar.
Analis Bahana Sekuritas Raja Abdalla mengatakan, perubahan tersebut terlihat dalam pertemuan dengan sejumlah investor pada Daiwa ASEAN Conference di Singapura.
“Setelah kinerja yang tertinggal sepanjang tahun berjalan, investor semakin mempertanyakan apakah pasar sudah memperhitungkan sebagian besar kabar buruk dan, yang lebih penting, apa yang dapat menjadi titik balik,” tulis Raja dalam riset yang terbit 27 Agustus 2026.
Menurut dia, perubahan persepsi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam peningkatan eksposur investor terhadap aset Indonesia. Namun, investor mulai melihat lebih jauh dari sekadar risiko penurunan dan mulai mencermati potensi katalis positif.
Tak Menunggu Pemulihan Penuh
Raja menilai investor tidak harus melihat pemulihan ekonomi dan pasar secara penuh untuk kembali masuk ke Indonesia. Yang lebih dibutuhkan adalah tanda-tanda stabilisasi, terutama pada sejumlah ketidakpastian utama.
Visibilitas yang lebih baik terhadap prospek makroekonomi, arah kebijakan pemerintah, serta reformasi pasar modal dinilai dapat menjadi pemicu perubahan sentimen.
“Investor tampaknya lebih berfokus pada arah perubahan dibandingkan besarnya perbaikan,” kata Raja.
Dengan posisi investor asing yang masih relatif rendah, menurut Raja, stabilisasi saja sudah dapat menjadi alasan bagi investor untuk secara bertahap kembali meningkatkan eksposur ke pasar Indonesia.
Dalam pertemuan dengan investor, dinamika makroekonomi dan kebijakan masih menjadi perhatian terbesar.
Investor mempertanyakan apakah prospek fiskal Indonesia masih realistis memasuki 2027, apakah tekanan terhadap rupiah telah mencapai puncaknya, serta bagaimana transisi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.
Perkembangan terkait fasilitasi ekspor komoditas utama pemerintah melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) juga menjadi salah satu topik yang diperhatikan investor.
Di pasar modal, perhatian investor masih tertuju pada status Indonesia dalam MSCI Emerging Markets (EM) serta apakah berbagai reformasi yang telah diumumkan pemerintah cukup untuk menjawab persoalan yang membuat Indonesia berada dalam peninjauan (review).
Karena itu, Raja melihat kejelasan dan konsistensi kebijakan sebagai faktor penting agar investor kembali lebih nyaman meningkatkan eksposur terhadap Indonesia.
Komoditas dan Saham Konsumer Mulai Dilirik
Dari sisi sektoral, investor mulai menunjukkan minat lebih besar terhadap saham komoditas dan konsumer, meski dengan alasan yang berbeda.
Untuk sektor komoditas, fundamental yang sebenarnya cukup mendukung selama beberapa bulan terakhir tertutup oleh ketidakpastian regulasi. Namun, kondisi tersebut dinilai mulai mereda sehingga berpotensi membantu memulihkan keyakinan investor terhadap sektor komoditas.
Sementara itu, saham konsumer menawarkan cerita yang berbeda. Setelah mengalami penurunan valuasi yang cukup dalam, investor mulai mempertanyakan apakah ekspektasi terhadap sektor tersebut sudah terlalu rendah.
Perbaikan fundamental juga mulai terlihat pada sektor konsumer, meski investor masih mempertanyakan apakah perbaikan tersebut dapat dipertahankan.
“Secara keseluruhan, kami melihat investor kembali mengevaluasi kedua sektor tersebut karena profil risiko dan imbal hasilnya mulai terlihat lebih seimbang,” kata Raja. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.