Investor Pasar Modal Hampir 31 Juta, BEI Dorong Public Expose Jadi Wadah Gali Informasi Emiten
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin, pertumbuhan tersebut menjadi perkembangan positif bagi pasar modal Indonesia.
IDXChannel - Jumlah investor di pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, jumlah investor yang sebelumnya berada di kisaran 7,4 juta kini telah hampir mendekati 31 juta investor.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin, pertumbuhan tersebut menjadi perkembangan positif bagi pasar modal Indonesia. Namun, semakin luasnya partisipasi masyarakat juga membuat kebutuhan terhadap informasi yang dapat diakses dan dipahami investor menjadi semakin penting.
"Jika lima tahun lalu jumlah investor masih sekitar 7,4 juta, maka hingga saat ini jumlahnya telah mencapai hampir 31 juta investor," kata Saidu dalam pembukaan Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Dia mengatakan, tantangan investor kini tidak hanya berkaitan dengan semakin banyaknya pilihan investasi, tetapi juga derasnya arus informasi di era digital. Informasi mengenai pasar modal dapat beredar dengan cepat, sehingga investor perlu mencermati dan menelaah informasi yang diterima sebelum menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan.
"Di tengah derasnya arus informasi digital, investor menghadapi tantangan untuk menilai informasi yang mereka terima. Informasi yang cepat beredar perlu ditelaah dengan cermat agar dapat digunakan secara tepat," ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, Saidu menilai kegiatan Public Expose Live dapat menjadi salah satu sarana bagi investor untuk memperoleh informasi secara langsung dari manajemen perusahaan tercatat.
Melalui forum tersebut, investor dapat mendalami berbagai informasi mengenai perusahaan, mulai dari kinerja, strategi, prospek, hingga tantangan yang dihadapi. Penjelasan langsung dari manajemen juga diharapkan dapat membantu investor memahami konteks informasi yang tercantum dalam laporan perusahaan.
"Penyelenggaraan secara virtual memperluas kesempatan tersebut bagi investor dari berbagai wilayah. Format ini memudahkan investor untuk mengikuti paparan dan berdialog dengan manajemen dari lokasi masing-masing," kata Saidu.
Dia menambahkan, paparan yang disampaikan perusahaan diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh dan berimbang mengenai kondisi perusahaan, termasuk capaian kinerja, arah pengembangan usaha, serta tantangan dan strategi yang dihadapi.
Menurut Saidu, keberadaan forum seperti Public Expose Live menjadi semakin relevan di tengah pertumbuhan jumlah investor dan cepatnya penyebaran informasi melalui kanal digital. Investor dapat memanfaatkan penjelasan manajemen sebagai salah satu sumber informasi untuk memahami perkembangan perusahaan secara lebih komprehensif.
Meski demikian, BEI tetap mengingatkan investor agar tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi. Penjelasan yang diperoleh melalui public expose perlu digunakan bersama dengan keterbukaan informasi resmi lainnya sebagai bahan analisis sebelum menentukan keputusan investasi.
"Dengan pemahaman yang lebih baik, investor diharapkan dapat mengambil keputusan sesuai dengan tujuan investasi dan profil risikonya," kata Saidu.
BEI juga mengajak anggota bursa, asosiasi, dan media untuk turut memperluas jangkauan informasi serta edukasi pasar modal. Dukungan berbagai pihak dinilai penting agar semakin banyak masyarakat dapat memahami perkembangan perusahaan tercatat secara tepat.
Saidu menyampaikan, keterbukaan informasi yang dilakukan secara konsisten juga merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan investor dalam jangka panjang.
Dalam momentum ulang tahun ke-49 pasar modal Indonesia, penyelenggaraan Public Expose Live 2026 menjadi salah satu wujud upaya bersama untuk memperkuat hubungan antara perusahaan tercatat dan investor melalui keterbukaan informasi.
(Dhera Arizona)