MARKET NEWS

IPAC Siap Tinggalkan Bursa, Saham Publik Ditawar Rp250 per Saham

Desi Angriani 11/09/2026 07:59 WIB

IPAC telah tercatat di BEI selama lebih dari lima tahun sejak resmi melantai pada 30 Juni 2021.

IPAC Siap Tinggalkan Bursa, Saham Publik Ditawar Rp250 per Saham (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Era Graharealty Tbk (IPAC) berencana mengubah status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup atau go private

Sejalan dengan rencana tersebut, perseroan juga mengajukan penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

IPAC telah tercatat di BEI selama lebih dari lima tahun sejak resmi melantai pada 30 Juni 2021 dengan menawarkan 189.973.700 saham kepada publik. Harga penawaran umum perdana (IPO) dipatok Rp120 per saham sehingga perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp22,80 miliar.

Manajemen menjelaskan, rencana go private lantaran perusahaan tidak lagi memerlukan pendanaan melalui pasar modal dan tidak memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana melalui pasar modal pada masa mendatang.

Selain itu, langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, termasuk menekan biaya operasional guna memperkuat daya saing perseroan di tengah persaingan pasar.

Perseroan menilai status perusahaan tertutup akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk dalam pengembangan bisnis dan restrukturisasi usaha apabila diperlukan.

"Mempertimbangkan hal di atas serta berdasarkan evaluasi secara menyeluruh oleh manajemen Perseroan atas strategi bisnis jangka panjang Perseroan dan Grup Perseroan dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan, Perseroan memutuskan untuk melaksanakan Rencana Go Private dan Delisting," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (11/9/2026).

Siapkan Tender Offer Rp250 per Saham

Sebagai bagian dari proses go private, APAC Investment 2 Pte Ltd akan melakukan Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO) atas saham milik pemegang saham publik.

Jumlah saham yang menjadi objek VTO mencapai 89.305.900 saham atau setara 9,402 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh IPAC.

Harga penawaran VTO lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham IPAC di BEI selama 90 hari sebelum tanggal pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yakni Rp173 per saham.

Dengan harga Rp250 per saham, nilai penawaran untuk seluruh saham publik yang menjadi objek VTO mencapai sekitar Rp22,33 miliar.

Pemegang saham publik yang tidak bersedia menjual sahamnya dalam VTO tetap akan menjadi pemegang saham IPAC. Namun, setelah delisting efektif, seluruh saham perseroan tidak lagi tercatat di BEI dan IPAC akan berstatus sebagai perusahaan tertutup.

Adapun RUPSLB yang akan membahas rencana go private dan delisting IPAC dijadwalkan pada Selasa, 20 Oktober 2026.

(DESI ANGRIANI)

SHARE