IPCC Catat Kinerja Operasional Tumbuh 16 Persen hingga April 2026
IPCC mencatat pertumbuhan kinerja operasional sebesar 16,01 persen secara tahunan pada branch Jakarta dan lima terminal satelit hingga awal kuartal II-2026.
IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat pertumbuhan kinerja operasional sebesar 16,01 persen secara tahunan pada cabang (branch) Jakarta dan lima terminal satelit hingga awal kuartal II-2026. Kenaikan tersebut ditopang peningkatan arus kargo kendaraan penumpang, alat berat, bus, dan truk sebanyak 56.260 unit dibandingkan periode sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan produksi bulanan 2026, total shipcall di seluruh terminal IPCC hingga April 2026 mencapai 1.248 shipcall atau naik 21,17 persen dibandingkan periode sama 2025 sebanyak 1.030 shipcall. IPCC menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan efektivitas strategi bisnis serta penguatan hubungan dengan pelanggan di tengah membaiknya stabilitas geopolitik global.
Direktur Utama IPCCm Sugeng Mulyadi mengatakan perseroan akan terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal kendaraan melalui transformasi operasional yang adaptif dan efisien.
“Pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga April 2026 mencerminkan kepercayaan industri terhadap peran IPCC sebagai operator terminal kendaraan berstandar internasional yang mampu menjawab dinamika kebutuhan logistik nasional maupun global,” katanya dikutip Minggu (31/5/2026).
Dia menambahkan, IPCC akan terus mendorong inovasi berbasis teknologi, penguatan efisiensi layanan, serta pengembangan infrastruktur guna mengantisipasi peningkatan arus kendaraan listrik dan hybrid di Indonesia.
“Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan perseroan mendukung ekosistem logistik yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
IPCC mencatat volume kendaraan completely built-up (CBU) secara kumulatif hingga April 2026 tercatat mencapai 295.262 unit atau tumbuh 6,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen truk dan bus menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 59,10 persen menjadi 101.354 unit, sedangkan volume alat berat meningkat 8,42 persen menjadi 11.094 unit.
Kinerja tersebut sejalan dengan pemulihan industri otomotif nasional. Data GAIKINDO menunjukkan wholesales nasional periode Januari-April 2026 mencapai 289.787 unit atau naik 12,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara produksi domestik tumbuh 9,5 persen menjadi 403.815 unit dan ekspor CBU meningkat 10,4 persen menjadi 159.662 unit.
IPCC juga mencatat pertumbuhan penanganan kendaraan listrik. Volume electric vehicle (EV) meningkat dari 2.329 unit pada Januari menjadi 3.916 unit pada April 2026. Perseroan juga mulai menangani ekspor kendaraan hybrid seiring meningkatnya tren elektrifikasi industri otomotif nasional.
Perseroan mengandalkan integrasi layanan melalui pendekatan Cargo Distribution Management (CDM), termasuk dukungan inland transportation guna meningkatkan efisiensi distribusi kendaraan dari lokasi produksi menuju pelabuhan maupun sebaliknya.
Dari sisi konsolidasi, terminal satelit IPCC membukukan volume sebesar 150.087 unit hingga April 2026 atau naik 21,47 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebanyak 123.554 unit. Sementara Branch Jakarta mencatat volume 147.885 unit pada 2026 dibandingkan 154.009 unit pada 2025.
(Rahmat Fiansyah)