Isu Merger Gojek dan Tokopedia Bernilai Rp252 Triliun
Terkait dengan isu merger Gojek dan e-commerce Tokopedia dilihat sejumlah pengamat akan bernilai USD18 miliar atau sekitar Rp252 triliun (dengan kurs Rp14.000).
IDXChannel - Terkait dengan isu merger Gojek dan e-commerce Tokopedia dilihat sejumlah pengamat akan bernilai USD18 miliar atau sekitar Rp252 triliun (dengan kurs Rp14.000). Meski demikian, kedua perusahaan teknologi asal Indonesia ini kompak bungkam terkait hal tersebut.
Upaya merger Gojek dan Tokopedia dinilai sejumlah pengamat pasar modal juga terus dilakukan melalui berbagai diskusi jelang potensi pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Amerika Serikat.
Dilansir Reuters, Selasa (5/1/2021), kesepakatan ini akan menjadi yang terbesar bagi Indonesia serta dapat mengubah lanskap di pasar e-commerce negara, yang pertumbuhannya semakin cepat karena pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19.
Diketahui Gojek dan Tokopedia memiliki investor yang sama yakni Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India. Gojek dan Tokopedia masing-masing memiliki valuasi sekitar USD10,5 miliar dan USD7,5 miliar.
Sebagai perusahaan gabungan start-up, Gojek dan Tokopedia diklaim berupaya memperluas pangsa pasar dan mengejar profitabilitas dengan menawarkan layanan, seperti layanan belanja bahan makanan dan layanan kurir dari satu platform.
“Daftar internasional untuk grup internet regional akan menunjukkan bahwa Asia Tenggara bukanlah keajaiban yang luar biasa. Ini akan membuka jalan bagi pertumbuhan global dan keluar dari beberapa perusahaan rintisan dengan pertumbuhan tinggi lainnya,” kata Varun Mittal, kepala bisnis fintech pasar berkembang di E&Y.
Sekadar diketahui, Gojek terakhir kali bernilai lebih dari USD10 miliar dan Tokopedia sekitar USD7 miliar. Entitas gabungan tersebut akan masuk dalam 10 besar perusahaan Indonesia berdasarkan nilai pasar dan menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara. (*)