MARKET NEWS

January Effect Buka Peluang IHSG Pecah Rekor Pekan Ini

Anggie Ariesta 05/01/2026 09:59 WIB

IHSG diprediksi menembus rekor tertinggi baru seiring fenomena musiman January Effect serta akumulasi beli oleh investor asing.

January Effect Buka Peluang IHSG Pecah Rekor Pekan Ini (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  diprediksi menembus rekor tertinggi atau all-time high baru pada pekan ini seiring fenomena musiman January Effect serta akumulasi beli oleh investor asing.

Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah mengatakan, sentimen positif dari bursa Wall Street yang tampil solid sepanjang 2025 memberikan optimisme bagi pasar global. 

Tahun lalu, sektor teknologi menjadi mesin pertumbuhan dengan kenaikan S&P 500 lebih dari 16 persen, Nasdaq melampaui 20 persen, dan Dow Jones tumbuh sekitar 13 persen.

"Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Venezuela, termasuk kabar serangan militer, berpotensi memengaruhi harga komoditas global, khususnya minyak, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan," kata Hari dalam risetnya, Senin (5/1/2026).

Pada periode transisi akhir tahun hingga 2 Januari 2026, IHSG telah menunjukkan taji dengan parkir di level 8.748,13. Kekuatan indeks didorong oleh aksi net buy investor asing yang mencapai Rp1,3 triliun di pasar reguler, dengan saham-saham seperti DEWA, ANTM, dan BRMS menjadi incaran utama.

Hari menjelaskan, pergerakan ini merupakan kombinasi antara sisa-sisa Santa Claus Rally dan dimulainya fase January Effect yang meningkatkan selera risiko (risk appetite) para pemodal.

Dalam sepekan ke depan (5-9 Januari 2026), pelaku pasar akan mencermati rilis data makroekonomi dalam negeri yang diprediksi tetap stabil, antara lain data neraca perdagangan, angka inflasi dan Indeks Keyakinan Konsumen (Consumer Confidence Index).

"Meski demikian, pergerakan IHSG tetap akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama arah kebijakan global. Namun secara keseluruhan, peluang penguatan masih terbuka," ujar Hari.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun tetap dalam jalur bullish pada rentang 8.725 hingga 8.780. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking).

"Meski demikian, manajemen risiko tetap perlu diperhatikan, mengingat dalam kondisi pasar yang cenderung bullish, potensi aksi profit taking tetap terbuka," tutur Hari.

Menyambut potensi uptrend, IPOT memberikan rekomendasi untuk perdagangan pekan ini:

(DESI ANGRIANI)

SHARE