MARKET NEWS

Jaya Ancol (PJAA) Bukukan Laba Rp180 Miliar di 2025, Tertolong Kompensasi Ganti Rugi Tol

Rahmat Fiansyah 18/02/2026 07:00 WIB

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat kenaikan laba bersih pada 2025 meski pendapatan turun di tengah dinamika bisnis pariwisata dan properti.

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat kenaikan laba bersih pada 2025 meski pendapatan turun dua digit. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat kenaikan laba bersih pada 2025 meski pendapatan turun di tengah dinamika bisnis pariwisata dan properti.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (17/2/2025), Jaya Ancol membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun sepanjang tahun lalu, turun 11 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,27 triliun.

Sejalan dengan penurunan tersebut, laba kotor perseroan juga ikut tergerus 23 persen dari Rp667 miliar menajdi Rp512 miliar. Pelemahan ini terjadi di tengah beban pokok pendapatan yang naik tipis 1,7 persen menjadi Rp610 miliar.

Namun, Jaya Ancol mencatat penghasilan lainnya sebesar Rp225 miliar, sehingga meredam tekanan lebih lanjut. Pos ini terutama datang dari pemberian kompensasi ganti rugi atas proyek pembangunan jalan tol Ir. Wiyoto Wiyono Seksi Harbour Road II (HBR II) seluas 7.185 m2 senilai Rp176 miliar.

Dalam laporan keuangan PJAA yang berakhir 31 Desember 2025, pembayaran ganti rugi jalan tol tersebut masuk dalam piutang usaha. Namun, kompensasi berupa uang tunai tersebut dipastikan telah cair pada 5 Januari 2026.

Penjualan lahan ini berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta No. 648 tahun 2022 Tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono tertanggal 19 Juli 2022, yang diubah lewat Kepgub No. 564 Tahun 2025 tanggal 31 Juli 2025. 

Sesuai Kepgub tersebut, proyek pengembangan jalan tol HBR II berdampak pada delapan kelurahan di Jakarta Utara, termasuk area di Kelurahan Ancol dan Pademangan milik perseroan. Adapun nilai ganti rugi lahan milik perseroan untuk enam bidang seluas 7.185 m2 ditetapkan oleh Tim Pengadaan Tanah Proyek.

Dengan adanya pendapatan one-off ini, laba usaha Jaya Ancol hanya turun 13 persen menjadi Rp325 miliar. Beban keuangan juga tercatat turun 25 persen menjadi Rp72 miliar, sehingga Jaya Ancol meraih laba bersih Rp180 miliar, naik tipis dibandingkan 2024 yang sebesar Rp178 miliar.

Angka ini sejalan dengan proyeksi manajemen pada awal Desember 2025. Direktur Utama Jaya Ancol, Winarto sebelumnya mengatakan, sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), pendapatan perseroan pada 2025 akan Rp1,1 triliun.

Namun, deviasi terjadi pada laba bersih yang diproyeksikan sebesar Rp101 miliar. Realisasi laba bersih pada tahun lalu yang sebesar Rp180 miliar, jauh lebih tinggi, bahkan melampaui 2024 imbas kompensasi ganti rugi pembangunan jalan tol HBR II di sekitar kawasan Ancol.

Secara operasional, kinerja Jaya Ancol masih tertekan. Faktor utama yang mencerminkan kondisi tersebut yakni jumlah kunjungan yang menurun pada beberapa unit rekreasi utama akibat kondisi pasar yang belum pulih serta kompetisi yang semakin ketat di Jabodetabek.

Selain itu, Jaya Ancol juga dihadapkan pada peningkatan beban operasional yang bersifat tetap (fixed cost), terutama biaya pemeliharaan, biaya utilitas, dan life cycle cost wahana yang terus naik seiring usia. Di sisi lain, aset-aset tersebut terus mengalami depresiasi sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap bottom line di masa depan.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE