Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per USD
Rupiah naik 89 poin atau sekitar 0,49 persen ke level Rp18.022 per USD.
IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (31/7/2026). Rupiah naik 89 poin atau sekitar 0,49 persen ke level Rp18.022 per USD.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah didorong sentimen eksternal di mana harga minyak mentah cenderung turun seiring pasar mencermati rencana pembentukan koalisi pertahanan maritim yang dipimpin Arab Saudi.
“Arab Saudi berupaya memimpin koalisi untuk meningkatkan kerja sama pertahanan di Selat Bab El-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden. Ketiganya merupakan titik-titik krusial bagi pasokan energi. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan bahwa 14 negara termasuk Djibouti, Mesir, Pakistan, Sudan, dan Turki mendukung koalisi pertahanan maritim multinasional tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Kelompok militan Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran pekan lalu mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang mengancam jalur ekspor minyak negara itu melalui Laut Merah, sebuah rute alternatif selain Selat Hormuz.
Sentimen lainnya, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga sesuai perkiraan. Namun, keputusan The Fed tersebut tidak diambil secara bulat, setidaknya tiga pembuat kebijakan terlihat mendesak kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah inflasi yang sulit turun. Warsh juga menegaskan kembali komitmennya terhadap target inflasi tahunan The Fed sebesar 2 persen.
Data inti PCE Juni yang lebih rendah dari perkiraan, yang dirilis pada Kamis, membantu meredakan kekhawatiran mengenai tingginya inflasi dan suku bunga. Data ini merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed. Akan tetapi, indeks inti PCE masih berada jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen dan pasar terlihat sudah memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga oleh The Fed pada akhir tahun ini.
Dari sentimen domestik, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib dipisahkan dari alokasi anggaran pendidikan. Putusan ini menetapkan bahwa pemisahan dana dari pos wajib 20 persen anggaran pendidikan tersebut berlaku paling lambat pada APBN Tahun Anggaran 2028. Hal tersebut merupakan sebuah langkah yang dipandang memperkuat reformasi tata kelola terkait program unggulan Presiden Prabowo.
Selain itu, laju inflasi diperkirakan kembali melandai pada Juli 2026 seiring meredanya tekanan harga pangan dan normalisasi kenaikan harga yang diatur pemerintah. Meski demikian, para ekonom mengingatkan risiko inflasi belum sepenuhnya hilang karena pelemahan rupiah, potensi El Nino, hingga meningkatnya permintaan pangan masih berpotensi mendorong kenaikan harga pada paruh kedua tahun ini.
Sejumlah ekonom memperkirakan inflasi tahunan Juli 2026 akan bergerak mendekati level 3 persen, sementara inflasi bulanan juga diproyeksikan lebih rendah dibandingkan Juni 2026. inflasi Juli secara bulanan diperkirakan sebesar 0,03 persen turun dari 0,44 persen pada Juni. Sementara secara tahunan, inflasi diproyeksikan mencapai 3,06 persen, lebih rendah dibandingkan 3,34 persen pada bulan sebelumnya.
Perlambatan inflasi terutama didorong penurunan harga pangan bergejolak dan normalisasi harga yang diatur pemerintah setelah penyesuaian harga bensin nonsubsidi pada bulan sebelumnya. Komponen harga pangan bergejolak (volatile food) diperkirakan mengalami deflasi 1,12 persen secara bulanan, berbalik dari inflasi 0,14 persen pada Juni.
Penurunan tersebut ditopang turunnya harga cabai merah dan bawang bombai seiring memasuki puncak musim panen. Sementara itu, inflasi komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) diperkirakan hanya sebesar 0,10 persen, jauh lebih rendah dibandingkan 1,41 persen pada Juni setelah tekanan akibat penyesuaian harga bensin nonsubsidi mulai mereda.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.020-Rp18.070 per USD. Untuk perdagangan sepekan ke depan, Ibrahim memprediksi di rentang Rp17.920-Rp18.300 per USD.
(NIA DEVIYANA)