MARKET NEWS

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Rp17.642 per USD

Nia Deviyana 04/09/2026 15:33 WIB

Melansir Bloomberg, mata uang Garuda ditutup naik 37 poin atu 0,21 persen ke level Rp17.642 per USD.

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Rp17.642 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Melansir Bloomberg, mata uang Garuda ditutup naik 37 poin atu 0,21 persen ke level Rp17.642 per USD.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai rupiah berhasil menguat di tengah memanasnya eskalasi terbaru antara militer AS dan Iran setelah serangan Washington terhadap target-target Teheran awal pekan ini, termasuk aset-aset militer di dekat Selat Hormuz. 

Kemudian, Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap posisi-posisi AS dan sekutunya di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

“Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama para pelaku pasar. Iran telah memperluas pembatasan pelayaran internasional di jalur perairan tersebut, sehingga memicu kekhawatiran bahwa gangguan dapat terus berlanjut dan memperketat pasokan di pasar minyak global. Konflik ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai jatuhnya korban sipil. Sebuah serangan AS dilaporkan menghantam lokasi pesta pernikahan di Iran bagian selatan yang menewaskan warga sipil, sehingga memicu kecaman dari Teheran atas serangan tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya. 

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa AS tidak berencana mengadakan pembicaraan dengan Iran kecuali Teheran menghentikan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Di sisi lain, pasar merespons positif pernyataan dovish dari Gubernur Fed Christopher Waller yang membuat para pedagang tetap waspada terhadap kemungkinan pergerakan suku bunga pada September. Waller menilai telah melihat beberapa tanda disinflasi dalam data terbaru, dan bahwa keputusan suku bunga pada September bergantung pada inflasi pada Agustus.

Dia akan mendukung suku bunga tidak berubah jika data Agustus mengkonfirmasi kemajuan baru-baru ini.

Para pedagang kini menunggu laporan Nonfarm Payrolls (NFP) hari ini untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan moneter The Fed. Data Nonfarm Payrolls diperkirakan menunjukkan penambahan 56.000 pekerjaan pada Agustus, sementara Tingkat Pengangguran diproyeksikan tetap stabil di 4,1 persen selama periode yang sama.

Dari internal, para ekonom menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen di 2027 tidak mudah dicapai di tengah tren suku bunga yang kembali meningkat. Investasi akan menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Namun, kondisi suku bunga yang meningkat menjadi tantangan bagi pemerintah dan pelaku usaha ditambah tensi geopolitik global belum tentu selesai tahun depan.

Untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah masih berpeluang fluktuatif namun diperkirakan melemah pada rentang Rp17.640 - Rp17.690 per USD.

(NIA DEVIYANA)

SHARE