MARKET NEWS

Jelang IPO, Laba Bersih Niramas Utama (JELI) Naik Jadi Rp39,4 Miliar di 2025

Shifa Nurhaliza Putri 25/06/2026 18:50 WIB

Manajemen Perseroan memaparkan laba bersih JELI meningkat menjadi Rp39,4 miliar pada 2025 dari Rp12,3 miliar pada 2024 atau tumbuh sekitar 220 persen.

Jelang IPO, Laba Bersih Niramas Utama (JELI) Naik Jadi Rp39,4 Miliar di 2025 (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen produk makanan dan minuman yang dikenal melalui merek INACO, mengungkapkan kinerja keuangan menjelang pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dijadwalkan pada 7 Juli 2026.

Dalam paparan publik yang digelar bersama PT Sucor Sekuritas pada Rabu (24/6/2026), manajemen Perseroan memaparkan laba bersih JELI meningkat menjadi Rp39,4 miliar pada 2025 dari Rp12,3 miliar pada 2024 atau tumbuh sekitar 220 persen.

Peningkatan laba tersebut terjadi di tengah penurunan pendapatan sebesar 4,49 persen menjadi Rp753,01 miliar pada 2025 dibandingkan Rp788,4 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menjelaskan penurunan pendapatan dipengaruhi langkah Perseroan melakukan evaluasi terhadap portofolio produk dan menghentikan sejumlah produk dengan tingkat produktivitas dan margin yang dinilai kurang optimal.

"Kami melakukan review terhadap portofolio produk dan unit yang kurang produktif, kemudian melakukan penyesuaian. Ada beberapa SKU yang dihentikan dan langkah tersebut memberikan dampak terhadap struktur kinerja Perseroan menjelang IPO," ujar Adhi dalam diskusi C-Talks, Rabu (24/6/2026).

Strategi tersebut turut tercermin pada peningkatan indikator operasional Perseroan. EBITDA tercatat naik 28,14 persen menjadi Rp102,3 miliar pada 2025. Sementara itu, Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 26,82 persen dari 9,81 persen pada 2024.

Di sisi lain, rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan perbaikan dari 3,82 kali pada 2023 menjadi 2,79 kali pada 2025.

Menjelang penawaran umum perdana saham, sekitar 51,04 persen dana hasil IPO direncanakan untuk mendukung ekspansi kapasitas produksi melalui penyertaan modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). Dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan lini produk gummy candy yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan dan potensi ekspor.

Manajemen menyebut Perseroan telah melakukan kajian terhadap sejumlah pasar internasional dan melihat peluang pengembangan pada kategori tersebut melalui produk dengan diferensiasi yang menyasar berbagai kelompok usia.

Sekadar informasi, Niramas Utama didirikan pada 1990 dan saat ini mengoperasikan empat fasilitas produksi yang berlokasi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi. Perseroan memiliki lebih dari 115 SKU aktif yang didistribusikan melalui 251 titik distribusi di Indonesia dan telah mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara.

Di tengah tekanan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap biaya bahan baku impor, Perseroan menyatakan fokus pada efisiensi operasional melalui reformulasi produk, digitalisasi proses produksi dengan implementasi sistem SAP sejak 2017, penggunaan panel surya pada 2025, serta peningkatan otomatisasi manufaktur.

Sebagian inisiatif tersebut juga direncanakan memperoleh dukungan pendanaan dari hasil IPO yang akan dihimpun Perseroan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE