MARKET NEWS

Kas Tebal, Astra Graphia (ASGR) Bagikan Dividen Spesial dengan Yield 12 Persen

Rahmat Fiansyah 16/04/2026 07:01 WIB

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menetapkan dividen jumbo kepada pemegang saham sebesar Rp325 miliar untuk tahun buku 2025.

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menetapkan dividen jumbo kepada pemegang saham sebesar Rp325 miliar untuk tahun buku 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menetapkan dividen jumbo kepada pemegang saham sebesar Rp325 miliar untuk tahun buku 2025. Besaran dividen itu setara dengan 120 persen dari laba bersih.

Dengan demikian, dividen itu berasal dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp270,6 miliar dan saldo laba ditahan Rp54,4 miliar yang merupakan dividen spesial untuk pemegang saham.

Total dividen yang dibagikan sebesar Rp241 per saham. Dividen itu mencakup dividen interim yang telah disalurkan sebesar Rp30, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan kembali sebesar Rp211 per saham.

Presiden Direktur Astra Graphia, Hendrix Permana mengatakan, sepanjang 2025, perseroan mencatat kinerja positif dengan membukukan pertumbuhan laba 32 persen menjadi Rp271 miliar dan pendapatan bersih yang naik 6,3 persen menjadi Rp2,99 triliun.

"Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan di solusi teknologi informasi, penerapan operational excellence sebagai fondasi utama, yang didukung pengelolaan arus kas yang sehat, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta inovasi berkelanjutan," katanya, Rabu (15/4/2026).

Pada perdagangan kemarin, harga saham ASGR ditutup naik 0,9 persen ke level Rp1.715. Dengan demikian, dividend yield untuk dividen final mencapai 12 persen, sedangkan jika ditotal untuk seluruh dividen mencapai hampir 14 persen.

Penetapan dividen jumbo oleh anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu juga tidak terlepas dari kuatnya likuiditas perseroan. Hingga 31 Desember 2025, posisi kas dan setara kas mencapai Rp1,85 triliun.

Kuatnya neraca tersebut juga ditopang oleh saldo laba yang tercatat Rp1,87 triliun. Perseroan juga memiliki riwayat belanja modal rendah di mana sepanjang 2025 hanya menghabiskan Rp18 miliar, mencerminkan karakteristik bisnis yang kuat sebagai mesin kas.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE