MARKET NEWS

Kejar Target Free Float 15 Persen, Lotte Chemical Titan (FPNI) Mulai Rancang Peta Jalan

Anggie Ariesta 12/06/2026 15:06 WIB

Porsi saham free float milik FPNI terpantau masih parkir di level 7,5 persen

Kejar Target Free Float 15 Persen, Lotte Chemical Titan (FPNI) Mulai Rancang Peta Jalan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Emiten produsen petrokimia, PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) tengah merumuskan peta jalan (roadmap) strategis guna memenuhi regulasi terbaru terkait batas minimum porsi kepemilikan saham publik atau free float sebesar 15 persen yang disyaratkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Lotte Chemical Titan, Calvin Wiryapranata, mengatakan posisi kapitalisasi pasar perseroan per 31 Maret 2026 tercatat masih berada di bawah angka Rp5 triliun. Kondisi ini membuat FPNI masuk ke dalam kategori perusahaan tercatat yang memiliki tenggat waktu pemenuhan paling longgar, yakni hingga 2029. 

Longgarnya batas waktu tersebut memberikan keleluasaan bagi manajemen untuk mengkaji langkah korporasi secara matang.

"Karena ini termasuk masih baru dan kita tahu market masih belum begitu bergejolak. Jadi kami harus temukan momentum yang tepat untuk membuat roadmap," ujar Calvin dalam Public Expose 2026 di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Calvin menjelaskan bahwa manajemen saat ini masih menimbang dan mempelajari berbagai opsi linear yang tersedia di koridor pasar modal Indonesia untuk mendongkrak porsi saham publiknya.

Kendati demikian, ketika dikonfirmasi mengenai kepastian waktu eksekusi maupun arah kebijakan masa depan perseroan, dia mengatakan bahwa sejauh ini belum ada instruksi atau keputusan resmi dari pihak pemegang saham pengendali korporasi.

"Akan kami pelajari. Jadi belum ada keputusan apapun dari pemegang saham, apakah akan terus (listing) atau go private atau apa, sama sekali belum ada pembicaraan," kata Calvin. 

Berdasarkan data komposisi pemegang saham terkini, porsi saham free float milik FPNI terpantau masih parkir di level 7,5 persen, atau setara dengan kepemilikan sebanyak 417,51 juta lembar saham.

Sementara itu, sisa saham beredar sebanyak 5,56 miliar lembar didominasi secara mutlak oleh pemegang saham pengendali, yakni Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd., dengan persentase kepemilikan mencapai 92,5 persen atau setara dengan 5,14 miliar lembar saham.

BEI baru saja memperketat aturan main terkait batas minimum saham publik sebesar 15 persen bagi seluruh emiten di pasar modal Indonesia melalui skema penerapan secara bertahap.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi, menerangkan bahwa bursa telah merevisi definisi free float, menaikkan ambang batas minimum menjadi 15 persen, serta mengubah persyaratan pencatatan awal dengan sistem berjenjang (tiering) berbasis kapitalisasi pasar di level 15 persen, 20 persen, dan 25 persen dari total saham yang melantai.

Langkah ini disahkan melalui pembaruan Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, serta Surat Edaran (SE) BEI nomor SE-00004/BEI/03-2026 yang telah efektif berlaku sejak Selasa, 31 Maret 2026.

(NIA DEVIYANA)

SHARE