MARKET NEWS

KIM Indonesia Optimistis Terhadap Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia

Tangguh Yudha 19/01/2026 18:04 WIB

Pasar modal Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 33 persen pada 2025.

KIM Indonesia Optimistis Terhadap Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) optimistis terhadap prospek pertumbuhan pasar modal Indonesia di 2026.

Presiden Direktur PT Korea Investment Management Indonesia, Arfan F. Karniody, mengatakan pasar modal Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 33 persen pada 2025. 

Kendati demikian, ia menekankan bahwa angka pertumbuhan tersebut perlu dilihat secara lebih mendalam.

"Memang benar bahwa pada tahun 2025 pasar modal Indonesia mencatatkan pertumbuhan 33 persen," ujar Arfan dalam acara rebranding PT KISI Asset Management menjadi PT Korea Investment Management Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/1/2025).

"Namun, yang lebih penting untuk dicermati adalah apa yang terjadi di balik angka tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, total dana kelolaan industri real estate Indonesia cenderung stagnan. Bahkan, total pengelolaan real estate berbasis saham justru mengalami penurunan," katanya.

Menurut Arfan, pertumbuhan pasar modal pada 2025 diharapkan dapat menjadi momentum terobosan bagi industri pengelolaan investasi ke depan. Memasuki 2026, KIM Indonesia bersama Korea Investment Management Korea memandang prospek pertumbuhan industri real estate Indonesia secara positif, meskipun dengan komposisi pertumbuhan yang berbeda.

"Prospek pertumbuhan industri real estate Indonesia secara sangat positif. Namun demikian, kami menilai bahwa pertumbuhan terbesar kemungkinan akan didominasi oleh instrumen real estate berbasis pendapatan tetap (fixed income) atau pasar uang," tutur dia.

Sementara itu, untuk produk investasi berbasis saham dan balanced fund, Arfan menilai tetap memiliki peluang untuk tumbuh. Namun, laju pertumbuhannya diperkirakan tidak akan setinggi instrumen fixed income maupun pasar uang.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE