MARKET NEWS

Kinerja Keuangan Solid, GOTO Cetak Laba Bersih di Q3 & Kerek Pedoman Kinerja

Tim IDXChannel 30/10/2026 12:25 WIB

GoTo membukukan laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026. Ini menjadi kuartal ketiga berturut-turut GOTO mencetak keuntungan.

Kinerja Keuangan Solid, GOTO Cetak Laba Bersih di Q3 & Kerek Pedoman Kinerja. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), induk Gojek dan Gopay berhasil melanjutkan tren positif dengan membukukan laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026. Ini menjadi kuartal ketiga berturut-turut GOTO mencetak keuntungan.

Capaian itu diraih saat bisnis GOTO masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penerapan komisi 8 persen pada layanan transportasi roda dua GoRide, yang dampaknya mulai dirasakan selama satu kuartal penuh pada kuartal III-2026.

“Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Hans Patuwo, CEO GOTO. Menurut Hans, penerapan komisi tersebut memberikan dampak cukup signifikan terhadap kinerja GOTO pada kuartal III-2026.

Meski demikian, EBITDA Grup yang disesuaikan tetap tumbuh 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp950 miliar. Pertumbuhan ini dibarengi kenaikan pendapatan bersih sebesar 17 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp5,6 triliun.

Aktivitas pengguna juga terus meningkat. Jumlah pengguna bertransaksi tahunan atau annual transacting users (ATU) naik 16 persen YoY menjadi 72,5 juta, sementara nilai transaksi bruto atau GTV inti melonjak 89 persen YoY menjadi Rp194 triliun.

Perbaikan kinerja GOTO turut terlihat dari arus kas bebas Grup yang disesuaikan, yang mencapai Rp1,2 triliun atau naik 389 persen YoY. Pada kuartal yang sama, GOTO juga membukukan imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia sebesar Rp235 miliar.

Berbekal hasil tersebut, GOTO menaikkan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5 triliun–Rp3,7 triliun. Sebelumnya, perseroan menargetkan perolehan sebesar Rp3,2 triliun–Rp3,4 triliun.

“Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GOTO akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5 triliun–Rp3,7 triliun,” kata Hans.

Kenaikan target itu terutama didukung bisnis fintech yang kinerjanya terus melampaui ekspektasi. GOTO kini membidik EBITDA fintech yang disesuaikan sebesar Rp1,9 triliun–Rp2,0 triliun, lebih tinggi dari pedoman sebelumnya sebesar Rp1,7 triliun–Rp1,8 triliun.

Untuk segmen On-demand Services (ODS), GOTO memperlebar rentang pedoman EBITDA yang disesuaikan menjadi Rp1,4 triliun–Rp1,6 triliun, dari sebelumnya Rp1,4 triliun–Rp1,5 triliun.

Dalam menetapkan target ODS, manajemen menyampaikan turut mempertimbangkan potensi regulasi mendatang, termasuk aturan pelaksana untuk layanan pengantaran dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Di sepanjang periode sembilan bulan 2026, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp16,5 triliun atau naik 24 persen YoY, sedangkan laba bersih mencapai Rp864 miliar dibandingkan periode sembilan bulan tahun lalu yang masih merugi Rp997 miliar. 

SHARE