Kinerja Lampaui Proyeksi, Begini Prospek Saham ANTM Menurut Analis
margin laba bersih (net profit margin/NPM) nikel naik 410 bps secara kuartalan menjadi 54,5 persen, emas 4,4 persen, dan bauksit 24,1 persen.
IDXChannel - Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sepanjang semester I-2026 dinilai cukup positif, dengan capaian laba bersih setara dengan 69,7 persen, dan pendapatan sekitar 52,9 persen dari perkiraan capaian dalam setahun penuh hingga akhir 2026 nanti.
Capaian ini melampaui konsensus di kalangan analis, sekaligus proyeksi yang telah disusun oleh Tim Riset PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), dengan ditopang oleh lonjakan bisnis nikel dan bauksit.
Sementara pada saat yang sama, kinerja bisnis Perseroan di sektor emas juga dinilai masih cukup moderat dan tetap menjanjikan.
"(Capaian) Ini diharapkan dapat menjadi katalis penguatan saham ANTM yang mendapatkan target harga tinggi dari beberapa sekuritas," tulis Tim Riset BRIDS, dalam pernyataan resminya, Senin (12/10/2026).
Sebagaimana diketahui, realisasi pendapatan ANTM para triwulan II-2026 tercatat mencapai Rp33,4 triliun, atau tumbuh tipis sebesar 1,6 persen secara tahunan (year on year/YoY), dibanding capaian realisasi pendapatan pada periode sama di 2025 lalu.
Dari capaian pendapatan tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor komoditas strategis ini mampu menyisihkan laba bersih sebesar Rp3 triliun, tumbuh 16,2 persen, untuk perbandingan periode yang sama.
Sedangkan dalam periode enam bulanan, ANTM berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 6,3 persen menjadi Rp62,7 triliun, dengan laba bersih melonjak hingga 36 persen menjadi Rp6,4 triliun.
"Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh lonjakan pendapatan bisnis nikel serta bauksit dan alumina masing-masing 32,4 persen dan 28,3 persen. Sedangkan untuk komoditas emas tumbuh moderat sebesar 1,4 persen," tulis BRID.
BRIDS menilai, perbaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP), terutama untuk nikel, sukses menjadi katalis lonjakan laba bersih Perseroan.
Sedangkan untuk pemulihan penjualan emas terimbas oleh penurunan harga di pasar dunia. BRIDS mencatat, harga emas triwulan II-2026 turun 9,2 persen secara triwulanan, seiring normalisasi, kendati masih naik 38 persen sepanjang tahun.
BRIDS mencatat, volume penjualan emas Antam mencapai 9,6 ton di triwulan II-2026, naik 13,6 persen secara triwulanan, dan diyakini mampu menopang penjualan Perseroan secara keseluruhan.
Sementara, ASP nikel tercatat naik 18,7 persen secara triwulanan, dan 44 persen pada triwulan II-2026 menjadi USD80 per ton, didorong oleh lebih tingginya harga patokan mineral (HPM).
Di lain pihak, penjualan bijih nikel pada saat yang sama juga mampu mencapai 3,4 juta ton.
Seiring dengan itu, margin laba bersih (net profit margin/NPM) nikel naik 410 bps secara kuartalan menjadi 54,5 persen, emas 4,4 persen, dan bauksit 24,1 persen.
BRIDS menilai prospek saham ANTM masih kuat. Broker ini mempertahankan proyeksi pendapatan dan laba bersih 2026 ANTM masing-masing Rp118,7 triliun dan Rp9,2 triliun. Antam bakal tambah berkibar jika harga emas pulih pada kuartal II.
Atas sejumlah analisis tersebut, BRIDS pun menetapkan rekomendasi buy untuk saham ANTM, dengan target harga Rp4.800, mencerminkan potensi kenaikan sangat besar, sebesar 53 persen dari harga saat laporan dibuat Rp3.130.
Terpisah, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arini Kasmira, menyatakan bahwa capaian kinerja Perseroan mencerminkan fundamental perseroan yang tetap solid, didukung optimalisasi kinerja komoditas utama serta pengelolaan biaya dan risiko yang disiplin.
"Kami terus menjaga momentum pertumbuhan melalui optimalisasi kinerja operasional, peningkatan efisiensi, serta penguatan portofolio bisnis pada komoditas emas, nikel, serta bauksit dan alumina. Pada saat yang sama, kami juga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan dan risiko," ujar Arini.
Menurut Arini, pihaknya juga terus memperkuat pengembangan bisnis berbasis hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral sekaligus memperkuat fundamental perseroan dalam jangka panjang.
"Dengan fundamental yang semakin kuat dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, kami optimistis ANTM dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Arini.
(taufan sukma)