Kinerja MSIN Positif, Pendapatan Naik 10 Persen Jadi Rp2 Triliun
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang semester I-2026.
IDXChannel - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang semester I-2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2 triliun atau tumbuh 10 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Chief Financial Officer (CFO) MSIN Abuzzal Abusaeri mengatakan, pertumbuhan pendapatan tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas perseroan pada paruh pertama tahun ini.
"Secara keseluruhan, MSIN membukukan kinerja yang positif, baik dari sisi pertumbuhan pendapatan maupun profitabilitas," kata Abuzzal dalam Public Expose Insidentil MSIN, Senin (26/10/2026).
Dia menjelaskan, pertumbuhan pendapatan perseroan terutama ditopang oleh segmen konten, intellectual property (IP), dan lainnya yang meningkat 15 persen menjadi Rp1,11 triliun.
Selain itu, pendapatan dari iklan digital (online advertisement) tumbuh 4 persen. Sementara pendapatan dari layanan berlangganan (subscription) juga meningkat 4 persen secara tahunan.
"Yang penting untuk kami highlight adalah pertumbuhan pendapatan tersebut juga diikuti oleh peningkatan profitabilitas. Total cost meningkat 7 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan revenue sebesar 10 persen," ujar Abuzzal.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, MSIN mencatatkan kenaikan laba kotor sebesar 17 persen menjadi Rp662 miliar. Margin laba kotor perseroan juga meningkat dari 31 persen menjadi 33 persen.
Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp517 miliar, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Margin EBITDA turut meningkat dari 25 persen menjadi 26 persen. Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp279 miliar atau tumbuh 14 persen secara tahunan, dengan margin laba bersih naik dari 13 persen menjadi 14 persen.
"Jadi secara keseluruhan, semester pertama 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan MSIN tidak hanya berasal dari peningkatan revenue, tetapi juga disertai dengan operating leverage dan perbaikan margin," kata Abuzzal.
Ke depan, Abuzzal menyebut perseroan akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, investasi untuk memperkuat ekosistem digital, serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan profitabilitas yang berkelanjutan sekaligus menjaga fundamental bisnis perseroan.
Di sisi lain, Abuzzal turut menanggapi fluktuasi harga saham MSIN. Menurutnya, pergerakan harga saham merupakan bagian dari aktivitas perdagangan di pasar modal yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk dinamika kondisi pasar.
"Oleh karena itu, perseroan tidak dapat mengatribusikan pergerakan harga saham tersebut kepada faktor tertentu," ujarnya.
Dia menegaskan, kegiatan operasional perseroan tetap berjalan sesuai rencana dan strategi usaha yang telah ditetapkan. Perseroan juga akan terus menjaga keterbukaan informasi kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami akan terus berfokus pada kinerja usaha jangka panjang, fundamental bisnis yang sehat, serta penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh stakeholders. Kami juga senantiasa menjaga keterbukaan informasi kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata dia.
(Dhera Arizona)