MARKET NEWS

Kinerja Solid di Triwulan I-2024, Begini Prospek Keuangan TUGU versi Analis

taufan sukma 27/05/2024 19:36 WIB

TUGU secara konsolidasi membukukan pendapatan premi neto sebesar Rp965 miliar hingga akhir Maret 2024

Kinerja Solid di Triwulan I-2024, Begini Prospek Keuangan TUGU versi Analis (foto: MNC media)

IDXChannel - Usai berhasil membukukan pertumbuhan laba operasional yang solid di triwulan I-2024, kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) diyakini masih akan tetap menjanjikan di sepanjang tahun ini.

Proyeksi tersebut diyakini oleh sejumlah pelaku pasar, dengan didasarkan pada asumsi atas kuatnya pertumbuhan pendapatan premi maupun dari hasil investasi, sehingga dapat menopang kinerja keuangan perusahaan.

"Pertumbuhan premi neto TUGU di 2024 berpotensi mencapai dobel digit. Hasil yang positif sudah tercermin dari kinerja triwulan I-2024 di mana premi neto naik 30 persen year-on-year (yoy). Semua segmen bisnis asuransi mencatatkan pertumbuhan yang positif," ujar Azis, dalam keterangan resminya.

Sebagai informasi, pada triwulan I-2024, TUGU secara konsolidasi membukukan pendapatan premi neto sebesar Rp965 miliar hingga akhir Maret 2024, naik dari Rp743 miliar pada Maret 2023 lalu.

Segmen asuransi kebakaran yang menopang lebih dari 30 persen dari pendapatan premi neto tumbuh 18 persen yoy menjadi Rp314 miliar. Segmen lain yaitu rangka kapal dan offshore naik 50 persen yoy, sedangkan segmen rekayasa dan lain-lain tumbuh 55 persen yoy dan 59 persen yoy.
 
Azis juga memprediksi yield investasi TUGU juga berpotensi lebih dari lima persen di 2024 yang didukung dengan likuiditas perseroan yang melimpah serta alokasi pada aset-aset yang memberikan imbal hasil bunga seiring dengan tren suku bunga yang masih tinggi.

"Pada triwulan I-2024, TUGU melakukan penempatan investasi senilai Rp686 miliar dan di periode yang sama tahun sebelumnya mencapai R 1,2 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa likuiditas yang ample sehingga bisa digunakan untuk investasi," ungkap Azis. 

Azis juga menambahkan, ketersediaan likuiditas TUGU yang melimpah tidak dapat dipisahkan dari segmen bisnis asuransi yang profitable serta penggunaan proceed dari pendapatan sekali waktu akibat kemenangan kasus hukum atas Citibank Hong Kong tahun lalu. 

"Meski kemungkinannya rendah untuk TUGU kembali mencatatkan one off gain yang besar seperti tahun lalu, tetapi ekses likuiditas tersebut ditempatkan ke aset yang memberikan imbal hasil terutama yang bersifat interest yielding seperti deposito dan obligasi di tengah kenaikan suku bunga, sehingga dampaknya juga signifikan untuk kinerja tahun ini," papar Azid.

Senada dengan Kiwoom, Shinhan Sekuritas dalam laporan risetnya memprediksi TUGU berpotensi membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun dengan laba bersih senilai Rp 755 miliar untuk tahun 2024.

Dari sisi top-line, pendapatan premi dan investasi diproyeksi akan menjadi penopang utama. Shinhan memproyeksi pendapatan investasi TUGU dapat tumbuh dobel digit untuk tahun 2024 terutama ditopang dengan arus kas operasi positif yang konsisten dan penempatan investasi yang optimal, dengan asumsi imbal hasil tetap enam persen.

Meski tanpa adanya pendapatan sekali waktu didukung oleh perbaikan internal organisasi melalui penetapan & penyelarasan KPI, peningkatan kinerja anak perusahaan, transformasi digital yang berkesinambungan, dan rasio opex yang terjaga di bawah 40 persen akan menjadi pendorong laba bersih. (TSA)

SHARE