Kinerja Uni-Charm (UCID) Tertekan, Presiden Direktur dan Wakilnya Mundur
Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID), Takumi Terakawa mengundurkan diri dari jabatannya.
IDXChannel - Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID), Takumi Terakawa mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil di tengah penurunan kinerja produsen popok dan pembalut tersebut pada tahun lalu.
Uni-Charm untuk pertama kalinya mencatat rugi bersih, setidaknya dalam delapan tahun terakhir seiring dengan pendapatan yang turun. Hingga 30 September 2025, Uni-Charm rugi sekitar Rp96 miliar.
Pengunduran diri Takumi diikuti oleh Wakil Presiden Direktur Uni-Charm Indonesia, Takeyuki Matsuura. Selain itu, Direktur Penjualan, Sri Haryani juga mengambil keputusan serupa.
Sekretaris Perusahaan Uni-Charm, Lusia A. Nainggolan mengatakan, perseroan telah menerima surat pengunduran diri ketiga anggota direksi tersebut pada 31 Desember 2025.
"Pengunduran diri tersebut akan berlaku efektif sejak tanggal yang ditetapkan dalam keputusan RUPS perseroan terdekat," katanya dalam keterbukaan informasi, Senin (5/1/2026).
Takumi diangkat menjadi Presiden Direktur Uni-Charm Indonesia pada Juli 2023. Sebelumnya dia menjadi CEO, Chairman, & President Uni-Charm China selama 2021-2023.
Dia mengawali kariernya di Uni-Charm Group pada 1988 di divisi penjualan. Kariernya terus naik dengan menjadi General Manager Divisi Marketing Global untuk Feminince Care pada 2009.
Senada, Takeyuki juga mengawali perjalanan bekerjanya di Uni-Charm Group pada 2022. Pada 2015, dia bergabung dengan PT Uni-Charm Indonesia sebagai General Manager hingga puncaknya menjadi Wakil Presiden Direktur pada 2023.
Dengan pengunduran diri ketiga petinggi dengan latar belakang sales & marketing, kini anggota Direksi Uni-Charm tinggal tersisa satu orang. Dia adalah Kurniawan Yuwiono yang menjabat sebagai Direktur Uni-Charm Indonesia sejak 2009.
Sepanjang Januari-September 2025, Uni-Charm Indonesia membukukan pendapatan bersih sebesar Rp6,35 triliun. Angka ini turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp7,13 triliun.
Dari sisi bottom-line, Uni-Charm mencatatkan rugi bersih Rp96 miliar untuk periode yang sama. Padahal pada Januari-September 2024, perseroan masih mencatat laba bersih sebesar Rp234 miliar.
Penurunan kinerja perseroan juga tercermin dari anjloknya arus kas (cashflow) Uni-Charm. Per 30 September 2025, posisi kas dari aktivitas operasional tersisa Rp172 miliar. Padahal, pada periode yang sama 2024, perseroan masih mencatat arus kas yang kuat sebesar Rp733 miliar.
(Rahmat Fiansyah)