MARKET NEWS

Klarifikasi Jhonlin-Bayan Belum Redam Spekulasi, Saham JARR hingga BYAN Terbang Lagi

TIM RISET IDX CHANNEL 20/08/2026 14:49 WIB

Saham-saham yang dikaitkan dengan kelompok usaha Haji Isam kembali melaju kencang pada lanjutan sesi II perdagangan Kamis (20/8/2026).

Klarifikasi Jhonlin-Bayan Belum Redam Spekulasi, Saham JARR hingga BYAN Terbang Lagi. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Saham-saham yang dikaitkan dengan kelompok usaha Haji Isam kembali melaju kencang pada lanjutan sesi II perdagangan Kamis (20/8/2026), meski pihak Jhonlin Group dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) telah memberikan klarifikasi terkait rumor akuisisi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.37 WIB, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) milik Haji Isam melambung 25 persen hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) ke level Rp2.970 per unit. Sebelumnya, saham JARR terkoreksi 5,18 persen pada perdagangan Rabu (19/8).

Penguatan tersebut melanjutkan tren kenaikan saham-saham yang dikaitkan dengan kelompok usaha Haji Isam sejak Jumat (14/8), ketika rumor rencana akuisisi sekitar 62 persen saham BYAN oleh Haji Isam mencuat.

Sementara itu, saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melesat 22,40 persen ke level Rp1.940 per unit. Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) juga menjulang 18,82 unit.

Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), yang sebagian sahamnya dimiliki Haji Isam, turut melesat 10 persen hingga menyentuh ARA untuk papan akselerasi di level Rp352 per unit.

Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), yang juga kerap dikaitkan dengan Haji Isam, ikut menguat 13,94 persen.

Di sisi lain, saham BYAN kembali melambung 5,75 persen ke level Rp16.525 per unit.

Kenaikan tersebut membuat kapitalisasi pasar perseroan menembus Rp550 triliun, terbesar kedua di BEI setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), meski likuiditas perdagangan saham BYAN relatif lebih rendah.

Sebelumnya, Jhonlin Group membantah kabar mengenai rencana akuisisi 62 persen saham BYAN oleh taipan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Direktur Utama JARR, Indra Irawan, menyebut perseroan maupun grup usaha tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN.

Perseroan juga belum menerima konfirmasi maupun pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali dan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) terkait rencana akuisisi tersebut.

"Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," ujar Indra dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (19/8/2026).

Indra memastikan hingga tanggal penyampaian surat tersebut tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha perseroan ataupun harga saham yang belum disampaikan kepada publik.

Pihak BYAN juga telah memberikan tanggapan mengenai rumor akuisisi saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.

Dalam surat kepada BEI tertanggal 18 Agustus 2026, Bayan menyatakan hingga saat itu perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham sebagaimana informasi yang beredar di media.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait pemberitaan mengenai rumor akuisisi Bayan oleh Jhonlin Group.

“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut,” tulis manajemen Bayan.

Meski demikian, Bayan menyebut pemegang saham pengendali perseroan dari waktu ke waktu dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Bayan.

Terkait kabar bahwa Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya berencana mengambil alih sekitar 62,2 persen saham Bayan, perseroan menegaskan belum mengetahui adanya rencana transaksi tersebut.

Bayan juga menyatakan tidak memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi yang disebut dalam rumor tersebut.

Perseroan pun belum mengetahui porsi saham yang akan dialihkan maupun nilai transaksi apabila aksi tersebut benar-benar dilakukan.

Karena belum terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi, Bayan menyebut belum dapat memberikan penjelasan mengenai potensi perubahan pengendalian perseroan.

Perseroan juga menegaskan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan akibat informasi tersebut. Hal ini lantaran belum terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh perseroan.

Selain isu akuisisi, Bayan menyatakan hingga 18 Agustus 2026 tidak memiliki informasi atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan.

Bayan menegaskan akan tetap memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan ketentuan BEI, termasuk kewajiban menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik.

Rumor akuisisi tersebut mencuat setelah sebuah media daring melaporkan bahwa Haji Isam bersama pemegang saham pengendali Bayan Resources, Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI), Norman Joesoef, terlihat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Haji Isam kemudian dirumorkan tengah bersiap mengambil alih sekitar 62 persen saham perusahaan tambang batu bara tersebut. Namun, hingga kini belum terdapat konfirmasi resmi mengenai rencana transaksi tersebut.

Saat dikonfirmasi IDXChannel pada Sabtu (15/8) pekan lalu, salah satu pihak di lingkungan Jhonlin Group juga enggan memberikan tanggapan terkait rumor akuisisi saham BYAN. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE