Konflik Timur Tengah Picu Reli Batu Bara, Harga Berpotensi Naik Lebih dari 20 Persen di Maret
Harga batu bara kembali menguat di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi global.
IDXChannel - Harga batu bara kembali menguat di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi global dan meningkatkan ketergantungan negara-negara dunia pada komoditas tersebut.
Melansir dari Trading Economics, Selasa (31/3/2026), batu bara tercatat menguat menembus USD140 per ton dan berpeluang naik lebih dari 20 persen sepanjang Maret, menandai lonjakan bulanan terbesar sejak puncak invasi Rusia ke Ukraina pada Mei 2022.
Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan menjaga premi risiko di pasar energi, sehingga pembangkit listrik di Asia dan Eropa meningkatkan penggunaan batu bara sebagai alternatif di tengah mahalnya minyak dan gas.
Jepang bahkan ikut memberi sinyal akan meningkatkan pembangkit listrik berbasis batu bara untuk meredam guncangan energi akibat perang Iran.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran meski Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka kembali, yang berpotensi memberi Teheran kendali lebih besar atas jalur perairan strategis tersebut.
Iran juga disebut tengah menyiapkan gangguan terhadap jalur pelayaran di Laut Merah, meningkatkan risiko terganggunya dua koridor utama perdagangan dan energi global.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (31/3), kenaikan harga batu bara terutama didorong lonjakan harga energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak sekitar 36 persen dan gas 23 persen mendorong terjadinya peralihan penggunaan energi (switching) ke batu bara sebagai alternatif yang lebih ekonomis.
Dari sisi pasar, batu bara kembali menjadi salah satu penerima manfaat utama dari krisis energi global.
Permintaan meningkat seiring substitusi dari gas dan LNG ke batu bara, sehingga sentimen terhadap komoditas ini masih cenderung bullish selama harga energi tetap tinggi. (Aldo Fernando)