MARKET NEWS

Konservatif, PANI Bidik Marketing Sales Rp4,3 Triliun pada 2026

Rahmat Fiansyah 16/04/2026 11:10 WIB

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membidik angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp4,3 triliun pada 2026.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membidik angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp4,3 triliun pada 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membidik angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp4,3 triliun pada 2026. Target tersebut cenderung konservatif karena perseroan meraih capaian yang sama pada tahun lalu usai memangkas target dari Rp5,3 triliun.

Langkah itu diambil sejalan dengan fokus PANI yang mengedepankan prinsip kehati-hatian sembari tetap menangkap peluang pertumbuhan dari pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2). PANI merupakan pengembang properti yang menggarap kawasan PIK2 sebagai kota mandiri modern berskala besar di pesisir utara Jakarta hingga Banten.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan mengatakan, target marketing sales pada tahun ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik dan dinamika pasar, sehingga target yang ditetapkan tetap realistis dan terukur. Strategi ini juga mencerminkan fokus perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan mitigasi risiko.

“Komposisi marketing sales yang kami tetapkan mencerminkan kehati-hatian dengan tetap mempertimbangkan target yang dapat dicapai," katanya melalui keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Dia menambahkan, perkembangan kawasan PIK2 dinilai semakin kuat sebagai kota mandiri modern dan berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ke depan. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diyakini akan mendorong permintaan properti baru.

“Kehadiran fasilitas strategis seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta konektivitas langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui Tol KATARAJA akan memperkuat daya tarik kawasan PIK2,” katanya.

Secara komposisi, marketing sales PANI akan didominasi oleh segmen residensial, diikuti kaveling tanah komersial dan produk komersial seperti ruko, rukan, dan SOHO. Perseroan melihat segmen hunian tetap menjadi pendorong utama seiring meningkatnya daya tarik kawasan sebagai lingkungan yang layak huni.

Permintaan terhadap kaveling komersial juga dinilai masih potensial, terutama dari pelaku usaha dan investor yang ingin mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK2. Sementara itu, produk komersial diproyeksikan tetap diminati seiring pertumbuhan aktivitas bisnis di dalam kawasan.

Di sisi fundamental, PANI didukung land bank seluas 1.838 hektare (ha) serta rekam jejak kuat dalam peluncuran dan penyerahan proyek. Perseroan juga menjaga fleksibilitas operasional untuk merespons perubahan pasar secara adaptif.

Pengembangan kawasan PIK2 turut diperkuat oleh kehadiran infrastruktur utama seperti NICE yang menjadi pusat kegiatan MICE, serta peningkatan konektivitas melalui Tol Kataraja. Hal ini diharapkan mampu mendorong trafik dan aktivitas ekonomi di kawasan secara berkelanjutan.

Dengan kombinasi lokasi strategis, konektivitas terintegrasi, dan ekosistem kawasan yang komprehensif, PIK2 dinilai memiliki posisi kuat untuk berkembang sebagai pusat ekonomi baru di Indonesia. 

(Rahmat Fiansyah)

SHARE