MARKET NEWS

Kospi Ambles 4 Persen, Bursa Asia Dibayangi Konflik Iran dan Laba Nvidia

TIM RISET IDX CHANNEL 19/05/2026 09:33 WIB

Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (19/5/2026), di tengah sikap hati-hati investor menyusul perkembangan terbaru konflik Iran.

Kospi Ambles 4 Persen, Bursa Asia Dibayangi Konflik Iran dan Laba Nvidia. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (19/5/2026), di tengah sikap hati-hati investor menyusul perkembangan terbaru konflik Iran serta meredanya lonjakan harga minyak dunia.

Pelaku pasar juga mulai mengalihkan fokus ke laporan keuangan raksasa chip AI, NVIDIA, yang dinilai menjadi penentu arah reli saham teknologi global.

Sentimen pasar sempat membaik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan menunda rencana serangan terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi.

Mengutip Reuters, Trump juga mengatakan peluang tercapainya kesepakatan nuklir baru dengan Teheran cukup besar.

Pernyataan tersebut langsung menekan harga minyak mentah yang sebelumnya melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Minyak Brent turun lebih dari 2 persen ke USD109,41 per barel, sedangkan minyak mentah AS terkoreksi 1,3 persen ke USD107,25 per barel. Meski turun, harga keduanya masih lebih dari 50 persen di atas level sebelum perang pecah.

Namun, investor belum sepenuhnya tenang. Pasar masih dibayangi kekhawatiran gangguan distribusi energi global setelah serangan drone di Uni Emirat Arab pada akhir pekan lalu memicu volatilitas tajam di pasar keuangan.

“Kami sudah melihat banyak tarik ulur. Sampai benar-benar ada kepastian kapal dapat melintas aman di Selat Hormuz dan lalu lintas kembali normal, pasar tampaknya masih akan mengabaikan komentar dari kedua pihak,” ujar analis pasar IG, Fabien Yip.

Di pasar Asia, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,22 persen. Indeks Nikkei Jepang turun 0,58 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan anjlok 4 persen setelah aksi ambil untung pada saham-saham chip menyusul pelemahan sektor semikonduktor di Wall Street.

Sementara itu, Shanghai Composite China turun 0,43 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 0,41 persen, ASX 200 Australia menguat 0,93 persen, dan STI Singapura bertambah 0,65 persen.

Kontrak berjangka (futures) Wall Street juga bergerak hati-hati. Nasdaq futures berbalik turun 0,07 persen, sedangkan futures S&P 500 melemah 0,03 persen. Di Eropa, futures Euro STOXX 50 naik 0,4 persen, FTSE menguat 0,3 persen, dan DAX bertambah 0,4 persen.

Pelaku pasar kini menanti laporan laba NVIDIA yang akan dirilis Rabu waktu setempat. Hasil emiten AI terbesar dunia itu dinilai menjadi ujian penting bagi reli pasar saham global yang selama dua tahun terakhir banyak ditopang euforia kecerdasan buatan.

“Kinerja Nvidia menjadi ujian utama bagi pasar saham yang saat ini berada di level rekor. Reli besar sejak Maret juga sangat didorong oleh tema AI,” kata Chief Investment Officer Questar Capital Partners, Richard Reyle.

Di pasar obligasi, tekanan jual mulai mereda setelah turunnya harga minyak membantu menenangkan kekhawatiran inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,5974 persen dari posisi tertinggi lebih dari setahun, sedangkan yield tenor dua tahun turun tipis menjadi 4,0564 persen.

Yield obligasi pemerintah Jepang yang sehari sebelumnya melonjak ke rekor tertinggi juga mulai bergerak turun di seluruh tenor.

Meski begitu, pasar masih mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan dari bank sentral utama dunia tahun ini.

Investor khawatir lonjakan harga energi akibat konflik Iran dapat memicu tekanan inflasi berkepanjangan. (Aldo Fernando)

SHARE