KOSPI Korsel Jatuh Hampir 9 Persen, Saham Chip SK Hynix dan Samsung Tumbang
Bursa saham Korea Selatan (korsel) merosot tajam pada perdagangan Senin (13/7/2026), dengan indeks acuan KOSPI anjlok lebih dari 8 persen.
IDXChannel – Bursa saham Korea Selatan (korsel) merosot tajam pada perdagangan Senin (13/7/2026), dengan indeks acuan KOSPI anjlok lebih dari 8 persen ke level terendah dalam hampir dua bulan.
Pelemahan dipicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham produsen chip, terutama SK Hynix, di tengah kekhawatiran bahwa reli yang didorong oleh tren kecerdasan buatan (AI) mulai kehilangan tenaga.
Indeks KOSPI ditutup melemah 8,95 persen ke level 6.806,93, terendah sejak 20 Mei.
Penurunan tajam tersebut memicu aktivasi mekanisme sidecar, yakni penghentian sementara perdagangan algoritmik untuk meredam volatilitas pasar.
Saham SK Hynix jatuh 15,37 persen setelah investor merealisasikan keuntungan menyusul pencatatan sahamnya di Amerika Serikat (AS).
Pada debutnya di Nasdaq pada Jumat (10/7), produsen chip memori AI terbesar di dunia itu melonjak 12,8 persen. Sementara itu, saham Samsung Electronics turut ambles 10,70 persen.
"Meski pencatatan saham SK Hynix di AS berjalan sukses, kekhawatiran bahwa siklus industri chip memori telah mencapai puncaknya masih belum mereda," kata analis Kiwoom Securities, Han Ji-young, dikutip Reuters.
Di sisi lain, saham produsen baterai LG Energy Solution naik 0,77 persen.
Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih saham senilai 1,04 triliun won atau sekitar USD690,73 juta.
Di pasar valuta asing, won Korea melemah 0,47 persen ke level 1.505,6 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.498,5.
Sementara itu, di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk pengiriman September turun 0,11 poin menjadi 102,99.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling likuid naik 5 basis poin menjadi 3,813 persen, sedangkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun meningkat 5,1 basis poin menjadi 4,275 persen. (Aldo Fernando)