KOTA Mulai Bangun Kawasan Terpadu 23 Hektare Senilai Rp3 Triliun, Bakal Punya Hotel hingga RS
Groundbreaking ini merupakan bukti bahwa Urbanova bukan sekadar konsep, melainkan proyek yang benar-benar dibangun
IDXChannel - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) bersama China Light Industry International Engineering Co., Ltd. (CLIEC), resmi membawa pengembangan Urbanova Edu Hub ke tahap konstruksi melalui groundbreaking di Surabaya Timur.
Dalam MoU tersebut, kedua belah pihak menyepakati skema turnkey yang mencakup perencanaan teknis, engineering, pengadaan, konstruksi, hingga penyelesaian proyek sesuai dengan spesifikasi yang disepakati.
“Groundbreaking ini merupakan bukti bahwa Urbanova bukan sekadar konsep, melainkan proyek yang benar-benar dibangun. Dalam waktu relatif singkat, komitmen tersebut telah diterjemahkan menjadi langkah-langkah pembangunan yang nyata, dari visi menuju eksekusi,” ujar Direktur Urbanova Tatang Sukmana dikutip Rabu (30/9/2026).
Kawasan Urbanova Edu Hub berdiri di atas lahan seluas 23 hektare dengan berbagai fungsi yang terintegrasi. Mulai dari residensial modern dalam bentuk communal house (COHO), business hub, event space, hotel, showroom, fasilitas publik, hingga rencana pengembangan rumah sakit dan sekolah internasional.
Dengan demikian, Urbanova tidak hanya diarahkan sebagai kawasan hunian, melainkan sebagai hub terpadu yang menghubungkan pendidikan, hunian, bisnis, hospitality, kesehatan, olahraga, lifestyle dan aktivitas masyarakat.
Pembangunan tahap pertama mencakup infrastruktur dan tower COHO Smart yang ditargetkan selesai pada 2029.
Desain itu sejalan dengan karakter Surabaya Timur yang telah memiliki ekosistem pendidikan dan industri yang berkembang. “Data menunjukkan kawasan ini dikelilingi kampus dan kawasan industri. Dengan demikian, Urbanova memiliki pasar potensial yang kuat, yaitu lebih dari 64.000 mahasiswa dan pekerja di kawasan industri SIER. Maka peluang untuk berkembang sangat terbuka,” ujar Tatang.
Dengan kata lain, Urbanova hadir untuk mengintegrasikan ekosistem yang telah tumbuh tersebut ke dalam kawasan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Dalam momen groundbreaking ini, filosofi yang diusung adalah From Ground to Gold—mengubah area yang sebelumnya belum memberikan nilai optimal menjadi kawasan yang memiliki nilai ekonomi, sosial dan komersial yang lebih tinggi. “Dulunya kawasan ini belum produktif. Kami berkomitmen untuk meningkatkan nilainya sehingga menjadi ‘emas’—memiliki nilai ekonomi tinggi,” katanya.
Menyoal “nilai tambah” tersebut, hal itu tampak relevan bila melihat ke belakang, di mana kawasan ini memiliki sejarah pengembangan yang cukup panjang.
Menurut Tatang, sebelum DMS Propertindo mengembangkan kawasan ini melalui Urbanova, rencana pengembangan oleh pihak lain belum pernah terealisasi. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting dalam menentukan pendekatan pengembangan Urbanova.
Karena itu, kepastian pembangunan menjadi salah satu prioritas utama. Sebuah proyek properti tidak cukup hanya memiliki konsep dan potensi pasar. Proyek harus memiliki kesiapan modal, mitra yang kompeten, perencanaan yang terintegrasi serta kemampuan eksekusi.
“Oleh karena itu, masuknya CLIEC harus dilihat sebagai bagian dari strategi Urbanova untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Perlu digarisbawahi, keamanan dan kenyamanan konsumen adalah yang kami utamakan. Pembangunan tahap awal dibiayai sepenuhnya oleh CLIEC sehingga tidak bergantung pada uang muka konsumen,” tutur Tatang.
CLIEC berdiri sejak 1953 dengan bidang usaha mencakup desain dan manajemen konstruksi untuk beragam proyek, termasuk kompleks komersial, bangunan hunian, hotel, rumah sakit, sekolah, gedung pameran, museum, dan lainnya. Selama tujuh dekade terakhir, CLIEC telah memainkan peran penting dalam proses urbanisasi di China, di mana perusahaan ini terlibat dalam merancang dan membangun berbagai bangunan ikonik—baik itu kompleks komersial, kawasan hunian dan office tower di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai. Hingga saat ini, CLIEC telah menyelesaikan lebih dari 9.000 proyek di lebih dari 20 negara.
Dengan reputasi seperti itu, CLIEC tentu memiliki pertimbangan panjang sebelum akhirnya memutuskan bergabung di Urbanova. “This project will significantly upgrade the hardware level of Surabaya's education sector and enhance the comprehensive community service capacity, thereby exerting a profound influence on the concept of urban development planning”, tutur Wang Yanju, Direktur Marketing China Light Industry International Engineering Co., Ltd. (CLIEC).
Dari pandangan Wang tersebut, terlihat bahwa mereka yakin Urbanova akan menjadi pilihan masyarakat Surabaya.
Beberapa proyek unggulan yang dibangun oleh CLIEC antara lain Zhongyunzhou Sea View International Garden, Catic Plaza Beijing, dan Wanda Plaza Wuhai.
DMS Propertindo sebelumnya juga menyampaikan rencana capital expenditure sekitar Rp3 triliun untuk pengembangan Urbanova Edu Hub.
Kolaborasi antara DMS Propertindo dan CLIEC diharapkan dapat memperkuat kemampuan teknis, kualitas konstruksi, efisiensi pembangunan, serta ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Meski mengusung konsep modern, Asia Values berupa budaya dan wisdom lokal tetap ditempatkan sebagai faktor penting dalam pengembangan. Itu terlihat dalam groundbreaking yang ditandai dengan prosesi simbolik.
Pihak DMS Propertindo melakukan pemecahan kendi. Merujuk tradisi Nusantara, kendi merupakan simbol kehidupan, keberkahan dan awal dari sebuah perjalanan baru. Dalam konteks Urbanova, pemecahan kendi dimaknai sebagai simbol untuk memecahkan berbagai hambatan yang pernah terjadi dan membuka jalan bagi dimulainya pembangunan kawasan.
Sementara itu, pihak CLIEC melakukan penanaman paku emas, yang menjadi simbol nilai, kekuatan, komitmen dan pembangunan berkelanjutan. Prosesi tersebut merepresentasikan komitmen untuk membangun fondasi yang kuat dan menciptakan nilai jangka panjang di kawasan Urbanova.
“Filosofi kendi dan penanaman paku emas menunjukkan komitmen kami untuk menghadirkan kompleks properti yang nyata, bukan hanya rencana. Urbanova akan menghadirkan edu hub dengan ekosistem yang modern, futuristik, dan nyata,” tutur Tatang.
(kunthi fahmar sandy)