MARKET NEWS

Krakatau Steel (KRAS) Bidik Investor Baja Asal China Masuk Kawasan Industri Banten

Rahmat Fiansyah 28/05/2026 16:15 WIB

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) membidik perusahaan raksasa baja asal China, Hebei International Trade Group untuk berinvestasi di Indonesia.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) membidik raksasa baja China, Hebei International Trade Group untuk berinvestasi di Banten. (Foto: Dok. Pemprov Banten)

IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) membidik perusahaan raksasa baja asal China, Hebei International Trade Group untuk berinvestasi di kawasan industri milik perseroan. Investasi dari Negeri Panda itu diharapkan bisa memperkuat industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi di Banten.

KS bersama Hebei meneken Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Gedung KS, Kuningan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur KS, Akbar Djohan dan Chairman Hebei, Zhang Yougui.

Dalam seremoni itu, Gubernur Banten, Andra Soni turut hadir menyaksikan kesepakatan penting tersebut. Selain itu, Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei, Zhao Chenxin memimpin delegasi investor yang berisikan pelaku industri baja asal Hebei.

Presiden Direktur KS, AKbar Djohan mengatakan, perseroan melalui PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) menyiapkan lahan seluas 2.000 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna mendukung masuknya investasi baru di sektor baja.

Menurut Akbar, kerja sama dengan investor China dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja ke depan. Pabrik-pabrik baja dari China juga diharapkan dapat membangun fasilitas produksi langsung di Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku dari KS.

“Kami ingin industri baja dibangun di Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (28/5/2026).

Gubernur Banten, Andra Soni menilai, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Banten sebagai kawasan industri nasional. Menurutnya, keberadaan KS sebagai industri hulu strategis didukung potensi besar yang dimiliki Banten, terutama keberadaan pelabuhan internasional di Cilegon dengan kedalaman alami hingga 21 meter.

Dia menjelaskan, kondisi itu menjadi daya tarik penting bagi investor global untuk mengembangkan industri baja terintegrasi di Banten. Selain memiliki infrastruktur industri yang kuat, wilayah tersebut dinilai sangat mendukung pengembangan hilirisasi dan distribusi industri skala besar.

“Ini menjadi momentum penting bagi industrialisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Andra.

Sementara itu, Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei Tiongkok Zhao Chenxin menyampaikan bahwa Provinsi Hebei merupakan salah satu pusat industri baja terbesar di China yang kini berkembang dengan dukungan teknologi modern dan ramah lingkungan. 

Dia menilai Indonesia memiliki prospek besar dalam pengembangan industri baja jangka panjang. Selain memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, investasi tersebut juga diharapkan mendorong transfer teknologi dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

“Kerja sama hari ini kami harapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih besar di masa depan,” ujar Zhao.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE