Laba AMMN Solid, Prospek Semester II-2026 Dinilai Makin Kuat
Kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak pada kuartal II-2026 (2Q26), ditopang kenaikan penjualan konsentrat dan emas olahan.
IDXChannel – Kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak pada kuartal II-2026 (2Q26), ditopang kenaikan penjualan konsentrat dan emas olahan seiring meningkatnya volume produksi dan penjualan.
Analis UOB Kay Hian, Benyamin Mikael dan Alden Gabriel Lam, dalam riset yang terbit 23 September 2026, mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada AMMN mencapai USD337,8 juta pada 2Q26, melonjak 110,9 persen secara kuartalan.
Capaian tersebut berbalik signifikan dibandingkan rugi USD10 juta pada 2Q25.
Lonjakan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 54 persen secara kuartalan dan 589,6 persen secara tahunan menjadi USD1,24 miliar.
Kenaikan penjualan turut mengerek laba kotor AMMN sebesar 81,6 persen secara kuartalan menjadi USD622 juta. Margin laba kotor pun meningkat menjadi 50 persen dari 42,4 persen pada 1Q26.
Di saat yang sama, beban operasional turun 4,4 persen secara kuartalan menjadi USD27 juta. Kondisi tersebut mendorong laba operasional naik 89,3 persen menjadi USD595 juta, dengan margin operasi mencapai 47,8 persen dari 38,9 persen pada 1Q26.
Secara kumulatif, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada AMMN mencapai USD498 juta sepanjang semester I-2026, berbalik dari rugi USD149 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut UOB Kay Hian, realisasi tersebut setara dengan 43 persen dari estimasi laba AMMN untuk 2026 dan 53 persen dari konsensus. EBITDA juga melonjak 1.207 persen secara tahunan menjadi USD1,13 miliar.
Analis memperkirakan kinerja AMMN pada semester II-2026 tetap solid.
Hal ini didukung oleh smelter dan precious metals refinery (PMR) yang telah beroperasi penuh, serta produksi katoda tembaga dan emas olahan yang diperkirakan lebih banyak terealisasi pada paruh kedua tahun ini.
Dari sisi penjualan, volume konsentrat yang dijual AMMN pada 2Q26 melonjak tiga kali lipat secara kuartalan menjadi 90.066 dry metric ton (dmt), dari 30.013 dmt pada 1Q26. Dengan demikian, volume penjualan konsentrat sepanjang semester I-2026 mencapai 120.079 dmt.
Penjualan tembaga dalam konsentrat juga meningkat 178,9 persen secara kuartalan menjadi 53 juta pound pada 2Q26. Harga jual rata-rata (ASP) naik menjadi USD7,10 per pound dari USD5,87 per pound pada kuartal sebelumnya, sehingga ASP rata-rata semester I-2026 mencapai USD6,80 per pound.
Sementara itu, penjualan emas dalam konsentrat naik 195,6 persen secara kuartalan menjadi 90.162 ons. Penjualan emas olahan bahkan melonjak 208,6 persen menjadi 49.501 ons seiring peningkatan operasi PMR.
Di sisi lain, penjualan katoda tembaga turun 34,3 persen secara kuartalan menjadi 18.890 ton pada 2Q26. Namun, secara semesteran volumenya masih tumbuh 157,3 persen secara tahunan menjadi 47.654 ton.
Prospek AMMN juga mendapat dukungan dari pembaruan cadangan berdasarkan standar Joint Ore Reserves Committee (JORC).
Cadangan bijih Batu Hijau naik 10,2 persen menjadi 777 juta ton, dengan kandungan 5,75 miliar pound tembaga dan 5,90 juta ons emas.
Kenaikan cadangan tersebut antara lain didukung perubahan asumsi harga emas menjadi USD2.500 per ons dari sebelumnya USD1.800 per ons.
Dengan pembaruan tersebut, umur tambang Batu Hijau diperpanjang hingga 2031/2032, sedangkan pengolahan stockpile diproyeksikan berlangsung hingga 2033/2034.
Cadangan Elang juga meningkat 2 persen menjadi 2,58 miliar ton, yang mengandung 18,17 miliar pound tembaga dan 27 juta ons emas. Keputusan investasi final atau final investment decision (FID) untuk proyek Elang ditargetkan pada 2027, dengan produksi bijih pertama diperkirakan pada 2031/2032.
Selain itu, bobot AMMN dalam indeks VanEck Gold Miners ETF (GDX) juga meningkat. Dalam tinjauan semesteran September 2026, bobot AMMN dalam indeks tersebut naik menjadi 0,74 persen dari sebelumnya 0,53 persen.
Hasil peninjauan diumumkan pada Sabtu (12/9/2026), sedangkan penyesuaian bobot mulai berlaku pada 18 September 2026.
UOB Kay Hian mempertahankan proyeksi laba AMMN untuk 2026 dan 2027. Namun, terdapat ruang kenaikan proyeksi setelah manajemen menaikkan panduan produksi emas dalam konsentrat 2026 sebesar 34 persen menjadi 775.000 ons.
“Kami memperkirakan kinerja laba pada semester II-2026 tetap solid, didukung oleh smelter dan precious metals refinery (PMR) yang telah beroperasi penuh, serta produksi katoda tembaga dan emas olahan yang lebih banyak terealisasi pada paruh kedua tahun ini,” tulis analis.
UOB Kay Hian juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp7.000 per saham.
Target tersebut menggunakan valuasi enterprise value to EBITDA (EV/EBITDA) 2026 sebesar 13,9 kali.
Sejumlah katalis yang dinilai dapat menopang saham AMMN antara lain kuatnya volume operasional pada semester II-2026 (2H26), peningkatan cadangan berdasarkan JORC, serta harga tembaga yang tetap tinggi sehingga berpotensi mendorong kinerja AMMN lebih kuat pada semester kedua.
Meski demikian, analis mencatat sejumlah risiko, termasuk ketidakpastian kebijakan pemerintah, fluktuasi harga komoditas dan stabilitas nilai tukar, serta potensi keterlambatan pengembangan proyek Elang. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.