Laba Mitra Keluarga (MIKA) Naik 6,3 Persen Ditopang Pertumbuhan Pasien Swasta-Korporasi
Mitra Keluarga (MIKA) mencatat pendapatan tumbuh 8 persen dan laba bersih naik 6,3 persen pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
IDXChannel - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatat pendapatan tumbuh 8 persen dan laba bersih naik 6,3 persen pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Per semester pertama di 2026 ini, pendapatan bertumbuh sejumlah 8 persen, kemudian EBITDA tumbuh di 7,4 persen, kemudian laba bersih tumbuh di 6,3 persen," kata Investor Relation RS Mitra Keluarga, Tya Riana, dalam Public Expose, Kamis (10/9/2026).
Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan kualitas pendapatan perseroan. Hal ini tercermin dari meningkatnya porsi pendapatan pasien swasta dari 88 persen menjadi 90 persen.
Selain itu, cakupan peserta korporasi juga meningkat dari 58 persen menjadi 62 persen. Mitra Keluarga juga semakin banyak menangani pasien dengan kasus berintensitas dan kompleksitas lebih tinggi.
"Dengan memperluas layanan kasus-kasus kompleks kami, kami mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, di mana bisa dilihat bahwa high complexity revenue kami dibandingkan dengan tahun lalu meningkat sejumlah 28,6 persen dan revenue dari general care kami meningkat di angka 1,8 persen," ujarnya.
Kontribusi pendapatan dari kasus kompleks pun meningkat 4,5 percentage point menjadi 27,7 persen. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan Average Revenue per Inpatient Day (ARPID) dan Average Revenue per Outpatient Visit (ARPOP) sekitar 12 persen.
Dari sisi komposisi pasien, pendapatan dari covered patient atau pasien yang ditanggung asuransi meningkat dari 58 persen menjadi 62 persen. Sementara itu, pendapatan dari pasien yang membayar sendiri atau self payer turun dari 30 persen menjadi 28 persen.
Adapun kontribusi pendapatan dari pasien JKN atau BPJS turun dari 12 persen menjadi 10 persen. Secara pertumbuhan, pendapatan non-JKN meningkat 10,7 persen, sedangkan pendapatan JKN turun 11,4 persen.
Berdasarkan jenis layanan, pendapatan Mitra Keluarga masih didominasi oleh obat dan perlengkapan medis dengan kontribusi 48 persen dari total pendapatan. Porsi tersebut meningkat sekitar 2 percentage point dibandingkan tahun sebelumnya.
Tya menjelaskan peningkatan porsi obat dan perlengkapan medis terjadi seiring dengan meningkatnya penanganan pasien dengan kasus kompleks. Pasien dengan kasus tersebut cenderung membutuhkan lebih banyak obat, consumable, implan, serta pemeriksaan diagnostik yang lebih advance.
Namun, peningkatan porsi obat dalam revenue mix memberikan tekanan terhadap margin kotor perseroan karena segmen tersebut memiliki margin lebih rendah dibandingkan pendapatan dari layanan lainnya.
"Hal ini yang akan menjadikan margin kotor kami mengalami penurunan sekitar 1 sampai 1,3 percentage point. Namun kami tetap bisa mempertahankan margin laba kotor kami di angka lebih dari 43 persen," kata dia.
Di sisi keuangan, Mitra Keluarga membukukan kas bersih sekitar Rp3 triliun dengan kondisi neraca tanpa utang. Siklus konversi kas perseroan juga tercatat negatif dua hari.
Untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), perseroan mengalokasikan anggaran Rp1 triliun pada 2026. Hingga semester I-2026, realisasi capex telah mencapai Rp577 miliar. (Febrina Ratna Iskana)