MARKET NEWS

Layanan Internet Topang Kinerja, DSSA Bukukan Rp6,14 Triliun di 2025

Desi Angriani 26/03/2026 07:37 WIB

DSSA mencatatkan laba bersih USD361,20 juta atau setara Rp6,14 triliun.

Layanan Internet Topang Kinerja, DSSA Bukukan Rp6,14 Triliun di 2025 (Foto: dok DSSA)

IDXChannel - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan laba bersih USD361,20 juta atau setara Rp6,14 triliun (kurs Rp17.000 per USD) sepanjang 2025.

Laba tersebut turun 33,45 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya USD542,78 juta seiring dengan turunnya pendapatan perseroan.

Adapun pendapatan DSSA turun 7,31 persen menjadi USD2,79 miliar dari sebelumnya USD3,01 miliar pada 2024.

"Di tengah dinamika industri dan kondisi geopolitik global yang penuh tantangan di2025, DSSA dapat mempertahankan kinerja operasional yang solid dan mempercepat penetrasi di sektor infrastruktur digital serta langkah transisi yang terdiversifikasi ke energi baru dan terbarukan," kata Presiden Direktur DSSA L Krisnan Cahya dalam keterangan, Rabu (25/3/2026).

Krisnan menjelaskan, pendapatan perseroan ditopang oleh energi terbarukan serta diversifikasi usaha ke sektor teknologi.

Di mana pendapatan segmen TV kabel, internet, dan layanan digital tumbuh signifikan dari USD144,08 juta menjadi menjadi USD211,79 juta pada 2025.

Pertumbuhan ini bersumber dari ekspansi layanan internet melalui anak usaha PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan mulai beroperasinya pusat data komersial melalui anak usaha, PT SMPlus Sentra Data Persada (SM+).

Di sektor energi, DSSA mengakselerasi pengembangan energi surya dan panas bumi. Selain mengoperasikan pabrik panel surya terintegrasi 1 GW di KEK Kendal, perseroan mengembangkan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti dengan total potensi 440 MW, yang diproyeksikan menjadi sumber baseload listrik hijau untuk mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Eksplorasi sedang berlangsung di enam wilayah strategis, dari Jawa Barat (Cisolok dan Cipanas), Sumatera, hingga Flores dan Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya menggeser ketergantungan pada energi fosil menuju bauran energi bersih.

"DSSA akan terus memperkuat portofolio bisnis yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan energi berkelanjutan," tutur Krisnan.

Adapun total aset tumbuh menjadi USD4,41 miliar dari sebelumya USD3,69 miliar. Sementara itu, posisi ekuitas juga naik menjadi USD2,26 miliar, dan liabilitas meningkat menjadi USD2,15 miliar per 31 Desember 2025.

(DESI ANGRIANI)

SHARE