Lima Saham Paling Banyak Dilepas Asing Sepekan
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham berkapitalisasi besar sepanjang pekan ini.
IDXChannel - Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham berkapitalisasi besar sepanjang pekan ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham dengan nilai jual bersih asing terbesar, mencapai Rp473 miliar.
Berdasarkan data perdagangan sepekan, saham BBRI ditutup di Rp3.190 per unit, dengan kinerja mingguan melemah 1,24 persen.
Posisi berikutnya ditempati PT Indosat Tbk (ISAT) dengan net sell asing sebesar Rp231,79 miliar. Saham ISAT ditutup di Rp2.530 dan terkoreksi 6,99 persen sepanjang pekan.
Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp172,67 miliar. Saham AMMN berakhir di Rp4.410 per unit, turun 1,56 persen dalam sepekan.
Kemudian, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan net sell asing senilai Rp138,44 miliar. Harga saham TPIA ditutup di Rp1.965 per unit, melemah 3,20 persen sepanjang pekan.
Selanjutnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan net sell sebesar Rp132,15 miliar, ditutup di Rp190 per unit, dan turun 3,06 persen selama sepekan.
Secara umum, IHSG ditutup melemah di level 6.518,12 atau turun 0,06 persen pada perdagangan Jumat (28/8). Dengan demikian, sepanjang pekan ini IHSG terkoreksi 0,12 persen.
Investor asing melakukan jual bersih (net sell) sebesar Rp320,52 miliar di pasar reguler sepanjang sepekan.
Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG sebelumnya sempat menguat hingga mencapai level intraday tertinggi di 6.566 pada Jumat lalu.
Namun, aksi profit taking menjelang akhir pekan serta perhatian pasar terhadap pidato Chairman Federal Reserve (The Fed) dalam Simposium Jackson Hole mendorong indeks kembali ditutup di teritori negatif.
Pada pekan depan, investor akan menantikan sejumlah data ekonomi domestik, antara lain indeks PMI Manufacturing, neraca perdagangan, serta inflasi pada 1 September.
Investor juga diperkirakan cenderung berhati-hati memasuki periode efektif rebalancing indeks MSCI pada 31 Agustus 2026, serta menjelang September yang secara historis dikenal memiliki pergerakan pasar saham yang lebih volatil.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan cenderung bergerak konsolidatif pada kisaran 6.400-6.600 pada pekan depan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.