Lonsum (LSIP) Raup Laba Bersih Rp394 Miliar pada Kuartal I-2026
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau Lonsum (LSIP) mencatat kinerja yang stabil pada kuartal I-2026.
IDXChannel - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk atau Lonsum (LSIP) mencatat kinerja yang stabil pada kuartal I-2026. Perusahaan perkebunan sawit milik taipan Anthoni Salim itu membukukan laba bersih sebesar Rp394 miliar dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp391 miliar.
Dalam ikhtisar kinerja keuangan yang dikutip Sabtu (2/5/2026), penjualan Lonsum dalam tiga bulan mencapai Rp1,33 triliun, tumbuh 3 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini seiring kenaikan volume penjualan produk sawit yang menyumbang hingga 96 persen dari total penjualan.
Namun, kenaikan beban pokok pendapatan membuat laba bruto tergerus 15 persen menjadi Rp425 miliar. Margin laba bruto turun dari 39 persen menjadi 32 persen.
Laba usaha perseroan turun 4 persen menjadi Rp394 miliar dengan margin turun dari 32 persen menjadi 30 persen. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp394 miliar, naik tipis 1 persen.
EBITDA Lonsum tercatat turun 13 persen menjadi Rp496 miliar dari sebelumnya 573 miliar. Margin EBITDA juga turun dari 44 persen menjadi 37 persen.
Sementara posisi keuangan perseroan cukup kuat dengan aset Rp15,8 triliun di mana Rp7,8 triliun bebentuk kas dan setara kas. Liabilitas turun menjadi Rp1,42 triliun, sedangkan ekuitas meningkat menajdi Rp14,4 triliun.
Secara operasional, Lonsum mencatat penurunan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 3 persen menjadi 243 ribu ton. Produksi CPO relatif stabil di angka 65 ribu ton, sedangkan Oil Extration Rate (OER) naik dari 21,6 persen menjadi 22,4 persen.
Penjualan CPO mencapai 73 ribu ton, naik 12 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 65 ribu ton. Sementara penjualan produk PK, PKO, dan PKE stabil di kisaran 19 ribu ton.
Hingga 31 Maret 2026, Lonsum mengoperasikan 111.150 hektare (ha) perkebunan dengan rincian 90,9 ribu merupakan perkebunan sawit, 16,2 ribu karet, dan 3,9 ribu tanaman lain.
(Rahmat Fiansyah)